Monday 20th November 2017

Bank Mandiri Genjot Volume Transaksi melalui Stock Split

By: On:
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri menyetujui aksi korporasi berupa pemecahan saham (stock split)  dengan rasio 1:2 atau dari nilai Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 250 per lembar saham. Perseroan menargetkan, proses tersebut tuntas hingga ke bursa pada November 2017.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiroatmodjo mengatakan, keputusan perusahaan untuk melakukan stock split berdasarkan perkembangan kondisi pasar. Saat ini,  kepemilikan mayoritas masih didominasi investor asing. “Investor asing sangat mendominasi, bahkan mencapai 80 persen. Kalau lebih murah, kami harap investor domestik akan lebih tertarik untuk melakukan transaksi harian,” ungkapnya.

Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Wadirut Sulaiman A Arianto (kanan) berbincang sebelum RUPSLB Bank Mandiri 2017 di Jakarta, Senin (21/8). RUPSLB Bank Mandiri memutuskan mengangkat Hartadi A Sarwono, R. Widyopramono dan Darmawan Junaidi sebagai Komisaris Utama, Komisaris dan Direktur Treasury perseroan.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK

Dirinya menambahkan, melalui stock split perseroan optimis dapat menjaga kinerja positif yang telah dibukukan tahun ini, serta melanjutkan transformasi menuju salah satu bank terbaik di Asia Tenggara pada 2020.

Kinerja positif telah ditunjukan oleh bank dengan reputasi aset terbesar ini melalui penyaluran kredit mencapai Rp 682 triliun hingga semester II tahun 2017. Dengan pencapaian itu, Bank Mandiri juga berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 9,5 triliun atau tumbuh 33,7% dibanding Juni tahun lalu.
Selain aksi korporasi, agenda RUPSLB juga memutuskan untuk mengangkat Hartadi A.Sarwono menjadi Komisaris Utama, menunjuk R. Widyopramono sebagai Komisaris, serta mengangkat Darmawan Junaidi menjadi Direktur Perseroan. (eviherawati)
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses