PT Pertamina (Persero)15/05/2013
Laporan Khusus PT Pertamina (Persero)
Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan, Pertamina tampaknya semakin percaya diri dalam menggerakkan roda bisnisnya. Ini tercermin dari realisasi kinerja keuangan tahun 2012 dengan raihan laba bersih perusahaan sebesar Rp 25,89 triliun. Bahkan, pencapaian laba ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan sejak 1957 ini.

Produksi migas Pertamina pada 2012 juga tak kalah gesit hingga sebesar 461.640 boepd, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 457.640 boepd. Meski naik terbilang tipis, angka ini nyatanya merupakan kontributor penting bagi laba perusahaan. Peningkatan ini juga diikuti dengan penambahan cadangan migas yang mencapai 453,37 juta barel setara minyak selama 2012.

Ditambah lagi, kinerja produksi uap panas bumi untuk pembangkitan listrik juga memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan dan laba bersih perusahaan. Tercatat pada 2012 lalu, realisasi produksinya mencapai 15,69 juta ton per tahun, naik 2,55% dibandingkan 2011.

Keberhasilan perusahaan minyak dan gas nasional ini tak ayal memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Terhitung, pada tahun lalu Pertamina turut menyumbang Rp 66,11 triliun, terdiri dari Rp 7,74 triliun berupa dividen dan Rp 58,37 triliun dalam bentuk setoran pajak. Angka ini juga terhitung naik 5% dibandingkan dengan 2011 yang mencapai Rp 63,03 triliun.

“Hal yang tidak kalah membahagiakan adalah bahwa Pertamina yang memiliki tingkat kompleksitas bisnis paling rumit dan mengkonsolidasikan laporan keuangan 17 anak perusahaan, justru telah menyelesaikan audit laporan keuangan sehingga bisa melaksanakan RUPS paling cepat di antara BUMN lainnya,” terang Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan beberapa waktu lalu.
Sementara itu Pertamina sendiri menargetkan laba pada tahun 2013 ini dapat mencapai US$ 3,05 miliar, atau sekitar Rp 28 triliun. Adapun untuk pendapatan perusahaan tahun 2013 ditargetkan sebesar US$ 65,2 miliar, turun sebesar 8% dari realisasi tahun 2012 yang sebesar US$70,92 miliar. Ditambah lagi, perusahaan juga berencana mengeluarkan investasi hingga mencapai Rp 408,6 triliun pada periode 2011-2014 ini.

Untuk menggenjot capaian produksi minyak tersebut, Pertamina pun terus mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan mengenai insentif pembangunan kilang BBM dalam negeri. Pasalnya, lambatnya kebijakan tersebut dikhawatirkan menyebabkan beberapa proyeknya mundur.

Tak kalah pentingnya, pencapaian rating good corporate governance, yang merupakan salah satu aspek penting bagi upaya Pertamina dalam meraih kepercayaan publik dan pasar, juga terus meningkat. Pada 2012, rating GCG Pertamina mencapai 93,51 (sangat baik) dari skala 100. Skor ini meningkat jika dibandingkan dengan 2011 sebesar 91,85, 2010 dengan rating 86,79, dan 2009 senilai 83,56.
Laporan Terkait
Laporan Khusus | Opini | Rubik | Marketing Track | Berita | Event | Foto@2013 BUMN Track. All Right ReservedGedung Sarinah Lt 13 JL.MH. Thamrin Jakarta Pusat 10350Telp: 021-3144843 email: redaksi@bumntrack.co.id