Menerapkan GCG Melalui Sistem yang Dinamis18/09/2013
Laporan Utama Menerapkan GCG Melalui Sistem yang Dinamis
Penerapan GCG di Telkom, awalnya memang tidak mudah. Namun berkat kesungguhan, konsistensi dan kesabaran, penerapan GCG mampu berkontribusi nyata mendukung pertumbuhan usaha. Teks: Julianto Tidak dapat dipungkiri lagi, kalau sebuah perusahaan ingin meminimalkan cost of capital, meningkatkan citra sekaligus meningkatkan nilai saham perusahaan, Good Corporate Governance (GCG) adalah jawabannya. Hal ini dibenarkan oleh Direktur Sumber Daya Manusia PT Telkom, Priyantono Rudito. Menurutnya, saat ini di lingkungan Telkom pemahaman akan GCG terus bertambah baik seiring dengan pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama mengelola GCG. “Telkom meyakini bahwa GCG merupakan sebuah sistem yang dinamis, dari waktu ke waktu harus diperkuat dan diperbarui agar sejalan dengan perubahan bisnis dan lingkungan usaha yang terjadi. Dengan terus disesuaikan kekiniannya,” ungkap Priyantono. Dengan demikian penerapan GCG diharapkan mampu berkontribusi secara nyata mendukung pertumbuhan usaha dan bukan sebaliknya dianggap sebagai penghambat kelincahan sebuah organisasi.Perjalanan panjang mengelola GCG mengantarkan Telkom untuk menerapkan GCG yang terintegrasi dengan pengelolaan kepatuhan, manajamen risiko dan pengendalian internal. “Praktik ini menuntut Perusahaan untuk mampu mengelola Governance, Risk and Compliance (GRC) yang sejalan dengan pengelolaan kinerja bisnis,” terang Priyantono. Menurut dia, pada awalnya penerapan manajemen risiko tidak mudah dan membutuhkan waktu untuk dapat menguasai kompetensi, memperoleh keakuratan dalam mengenali risiko industri dan organisasi, serta mampu menjadikan budaya risiko sebagai bagian dari budaya karyawan. Berkat kesungguhan, konsistensi dan kesabaran manajemen, akhirnya manajemen risiko saat ini telah memberikan warna baru dan berkontribusi positif dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan dan penguatan penerapan GCG di Telkom Group, kuncinya adalah kemampuan Perusahaan untuk mampu mengelola data, informasi dan pengetahuan dengan baik. “Telkom menggunakan pendekatan secara sistem, sehingga pelaksanaan GCG di Telkom Group sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya. Sejak tahun 2004, Telkom menetapkan kebijakan manajemen pengetahuan dan membangun infrastruktur pendukungnya di Perusahaan. BUMN Telekomunikasi ini sadar betul bahwa kemampuan, pengalaman, inovasi yang dimiliki oleh karyawan serta pengalaman keberhasilan dan kegagalan tim/perusahaan adalah modal intelektual yang harus dikelola dengan baik sebagai aset tidak berwujud Perusahaan. “Telkom berusaha terus untuk mendorong terwujudkan lalu-lintas komunikasi data dan informasi yang baik di Perusahaan dan terjadinya pertukaran/berbagi pengetahuan di Perusahaan agar terjadi pembelajaran organisasi dan pada akhirnya mengantarkan Perusahaan untuk adaptif menyesuaikan diri dengan perubahan dan mampu berfikir dan bertindak cepat dalam merespon dinamika bisnisnya,” kata Priyantono. Ia menjabarkan salah satu kegiatan Penguatan GCG Telkom Group (subsidiary governance) untuk mendukung Transformasi portfolio bisnis TIME. Mengikuti visi perusahaan “To Become a Leading TIMES Player in the Region” dan transformasi portfolio binsis TIME yang telah ditetapkan dan pengelolaannya melibatkan Telkom Group, maka upaya mendorong dan menguatkan tata kelola tidak terbatas dan hanya berlaku pada induk Perusahaan melainkan melingkupi seluruh entitas anak. Untuk itu inisitif penguatan GCG Telkom Group dilakukan melalui penetapan kebijakan perusahaan pedoman GCG Telkom Group yang dilengkapi dengan checklist penerapan sebagai panduan dan pedoman untuk melakukan self assessment GCG.Untuk memastikan keseragaman GCG itu berjalan dengan baik, dibangunlah komitmen Dewan Komisaris dan Direksi Telkom melalui penandatanganan implementasi GCG Telkom Group dan penandatangan Pakta Integritas, serta dilakukan sharing GCG kepada entitas anak. “Di Telkom ada Board Of Directors (BOD) dan Board Of Eksecutive’s (BOE). Kita mengadakan pertemuan seminggu sekali, salah satu agendanya adalah membahas tentang perkembangan GCG,” katanya. Selain itu, berbagai kegiatan GCG lainnya seperti Sistem Pengelolaan Kinerja, Penerapan Pakta Integritas dan Penguatan Anti Gratifikasi, Pengelolaan Proses Berstandar ISO, Penerapan Tata Kelola Perencanaan Perusahaan, Penerapan Tata kelola TI, Penerapan e-procurement, Pengembangan Kompetensi SDM, Manajemen Pengetahuan, Pengelolaan Kepemilikan Informasi dan Intangible Asset, Hubungan dengan Pemangku Kepentingan pun terus dilakukan hingga sekarang. Tak heran, berbabagai penghargaan terkait penerapan GCG ini kerap diterima Telkom, baik itu yang berskala Nasional maupun Internasional. Salah satunya adalah penghargaan sebagai Most Consistent Dividend Policy and Best Strategic Corporate Social Responsibility dari Alpha Southeast Asia Magazine, 2th Best GCG Implementation dari Anugerah BUMN 2012 dan meraih Penghargaan Corporate Governance Perception Index – The Most Trusted Companies 2012 sebagai perusahaan sangat terpercaya yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (“IICG”) bekerja sama dengan Majalah SWA berdasarkan survey investor, analis dan fund manager.Tapi menurut Priyantono, penghargaan itu bukan tujuan yang utama. Konsep penerapan prinsip-prinsip GCG dalam organisasi Perusahaan berlandaskan pada komitmen dimaksudkan untuk menciptakan Perusahaan yang transparan, dapat dipertanggung jawabkan (accountable), dan terpercaya melalui manajemen bisnis yang dapat dipertanggung jawabkan.“Penerapan praktik-praktik GCG merupakan salah satu langkah penting bagi Telkom untuk meningkatkan dan memaksimalkan nilai Perusahaan (corporate value), mendorong pengelolaan Perusahaan yang profesional, transparan dan efisien dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan adil sehingga dapat memenuhi kewajiban secara baik kepada Pemegang Saham, dewan Komisaris, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan,” jelasnya. Selain itu, menurutnya, sebagai Perusahaan publik yang patuh pada peraturan otoritas pasar modal, baik Bapepam-LK maupun SEC, Telkom menerapkan dan menjunjung tinggi kebijakan serta nilai-nilai yang terkandung dalam praktik tata kelola Perusahaan yang penerapannya mengacu pada international best practices serta Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Indonesia (“Indonesia Code of GCG”) yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) di Indonesia.
Laporan Terkait
Laporan Khusus | Opini | Rubik | Marketing Track | Berita | Event | Foto@2013 BUMN Track. All Right ReservedGedung Sarinah Lt 13 JL.MH. Thamrin Jakarta Pusat 10350Telp: 021-3144843 email: redaksi@bumntrack.co.id