Mereka Pencetak Laba Terbesar15/05/2013
Laporan Khusus Mereka Pencetak Laba Terbesar
Tumbuh, berkembang dan menjadi leader di sektor industri masing-masing. Tapi ada BUMN Tbk yang merugi, dan ada pula yang untung tapi belum bisa membagi dividen karena harus bayar utang.Sebulan terakhir ini menjadi hari-hari yang sibuk bagi sebagian besar BUMN. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) seakan menjadi fokus kegiatan utama BUMN di bulan Maret-April ini. Salah satu agenda penting dalam RUPST itu adalah pengesahan laporan keuangan tahun 2012 oleh para pemegang saham. Tandatangan persetujuan dari pemegang saham ini sangat penting, karena bagi BUMN yang sudah melantai di pasar modal, April ini menjadi batas waktu untuk mempublikasikan laporan keuangan 2012. Semantara bagi BUMN lain, Mei ini menjadi dead line mereka untuk memberikan laporan tahunan kepada Kementerian BUMN.Beberapa BUMN telah mempublikasikan laporan keuangannya, namun hingga berita ini diturunkan masih ada BUMN yang belum secara resmi mengumumkan laporan keuangannya. Dari berbagai laporan yang telah dipublikasikan tersebut, Redaksi majalah BUMN Track memilih 25 BUMN peraih laba terbesar . Mereka yang berhasil masuk dalam daftar tersebut berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan hingga berita ini diturunkan. Jadi, memang masih terbuka kemungkinan urutan dalam daftar tersebut berubah, sebab masih ada BUMN besar yang secara resmi belum mempublikasikan laporan keuangannya.Di antara BUMN peraih laba terbesar itu, PT Pertamina (Persero) masih menjadi BUMN pencetak laba terbesar. Tahun lalu perusahaan Migas pelat merah itu berhasil membukukan laba sebesar Rp 25,89 triliun. Pencapaian laba sebesar itu merupakan yang tertinggi sejak 1957 atau sepanjang sejarah berdirinya perusahaan tersebut. Tak hanya itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan, mengatakan bahwa laba bersih yang berhasil dibukukan oleh Pertamina itu merupakan yang terbesar yang dapat diraih oleh perusahaan yang ada di Indonesia sepanjang 2012.Kondisi berbeda dialami oleh PT Krakatau Steel Tbk, BUMN yang memproduksi besi baja ini malah menelan kerugian. Krakatau Steel tergolong BUMN besar, hampir setiap tahun perusahaan negara ini menmpati daftar BUMN peraih laba terbesar. Sayangnya tahun ini Krakatau Steel harus terlempar dari daftar tersebut dan masuk kelompok BUMN merugi. Sepanjang 2012 lalu perseroan mencatat rugi sebesar US$ 20,43 juta atau sekitar Rp 29,7 miliar. Dibandingkan tahun 2011, perseroan masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar US$ 151,34 juta. Berdasarkan laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kontribusi turunnya laba tersebut akibat meningkatnya beban pokok pendapatan dan penjualan, turunnya laba pengalihan aset tetap dan pematangan tanah. Selain itu, perseroan juga mencatat rugi dari entitas asosiasi, turunnya pendapatan keuangan dan laba selisih kurs serta naiknya beban keuangan. Masih dari lantai bursa, dari 19 BUMN yang kini sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dari hasil keuntungan mereka, mampu memberikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Berdasarkan tahun buku 2012, dari total BUMN Tbk mampu meningkatkan setoran dividennya sebesar 41,53% atau menjadi Rp 32,28% dibandingkan tahun buku sebelumnya. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, menjadi BUMN penyumbang dividen terbesar. Perusahaan ini mengalokasikan 65% laba bersihnya sebagai dividen yang sterusnya akan dibagikan kepada pemegang saham. Total dividen yang dibagikan itu mencapai Rp 8,35 triliun. Posisi kedua ditempati oleh Bank BRI yang menganggarkan Rp 5,59 triliun untuk dividen atau 30% dari laba tahun 2012. Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara menyiapkan 55% laba bersihnya untuk dibagikan sebagai dividen atau mencapai Rp 4,89 triliun.Tidak semua BUMN yang melantai di pasar modal membagikan dividennya meski sudah mencetak untung. PT Garuda Indonesia, meski telah berhasil membukukan keuntungan Rp 1,4 triliun belum bisa membagikan dividennya kepada para pemegang saham. Pasalnya sebagian laba tersebut akan digunakan untuk membayar utang perseroan.Dijelaskan oleh Sekertaris Kementrian BUMN, Imam Apriyanto Putro, dari total setoran dividen yang diberikan BUMN Tbk tersebut, pemerintah menargetkan dapat menerima Rp 17,68 triliun. Jumah tersebut naik sekitar 30,7% dibandingkan realisasi dividen yang diterima pemerintah pada 2011 sebesar Rp 13,52 triliun. Sementara itu, BUMN nonTbk yang berhasil masuk daftar peraih laba terbesar masih didominasi oleh muka-muka lama seperti Perusahaan Listrik Negara dan PT Pegadaian. BUMN tersebut meski belum melantai di bursa, mampu menunjukkan kinerja yang apik dengan membukukan laba di atas dua triliun rupiah. Melihat begitu besarnya laba yang berhail dibukukan dan kontribusi yang diberikan kepada pemerintah, peran strategis perusahaan negara bagi perekonomian nasional masih cukup besar.
Laporan Terkait
Laporan Khusus | Opini | Rubik | Marketing Track | Berita | Event | Foto@2013 BUMN Track. All Right ReservedGedung Sarinah Lt 13 JL.MH. Thamrin Jakarta Pusat 10350Telp: 021-3144843 email: redaksi@bumntrack.co.id