Wednesday 17th January 2018

BUMN RAMAI-RAMAI SIASATI ERA DISRUPSI

By: On:

Fenomena disruption telah menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang baru dan lebih efisien. BUMN sudah membuktikan kemampuannya menyiasati era tersebut.

 

Jakarta, 14 Desember 2017. Ajang BUMN Branding & Marketing Award 2017 kembali digelar. Memasuki tahun ke-5, kegiatan yang diselenggarakan oleh BUMN Track didukung Rumah Perubahan dan Arrbey Consulting ini mengambil tema “To Handle Disruption”.

Tren disruption dalam dunia bisnis telah merubah banyak hal. Pendiri Rumah Perubahan sekaligus Ketua Dewan Juri BUMN Branding & Marketing Award 2017 Prof. Rhenald Kasali mengungkapkan, disruption bukan sekadar mengembangkan layanan berbasis aplikasi online, tetapi sebuah paradigma baru, bahwa mengembangkan perusahaan tak semata harus memperbesar kepemilikan, tetapi lebih kepada  memperbesar kemampuan  berbagi (sharing).  Tren disruption juga merubah perilaku perusahaan   terhadap berbagai kegiatan ekonomi lain.

Pemimpin Redaksi Akhmad Kusaeni mengatakan, para peserta sangat antusias memaparkan secara rinci mengenai kesiapan mereka dalam menghadapi era disrupsi. “Semuanya tampil hebat, percaya diri, dan berani unjuk gigi. Sebagai penyelenggara, kami bangga bahwa BUMN-BUMN dan anak perusahaannya siap menghadapi disruption dan ‘musuh-musuh yang tidak kelihatan’,” ungkap Akhmad Kusaeni

Pemimpin Redaksi BUMN TRACK Akhmad Kusaeni

PT Sarinah (Persero), misalnya, menyiasati era disrupsi dengan membuka toko online sebagai upaya merespons perubahan pola konsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan kembali penjualan. Dengan membuka toko online,  penjualan Sarinah diyakini akan mengalami peningkatan, sehingga dapat bertahan dari lesunya industri ritel yang sedang terjadi.

Kepiawaian BUMN dalam menyaisati era disrupsi juga dibuktikan oleh PT Pembangunan Perumahan yang sudah bisa membangun infrasturktur dengan cepat, murah, dan massal. Dengan teknologi Lego, BUMN konstruksi yang dikomandoi oleh Tumiyana ini bisa membangun New Tanjung Priok Port dalam waktu singkat bagai Bandung Bondowoso. Dengan teknologi 3 D Printing yang akan diberlakukan bulan Mei 2018, PT PP bisa membangun gedung puluhan tingkat dalam hitungan hari!

Contoh lain yang menonjolkan kemampuan survival menghadapi disruption dan menjadi perusahaan ‘zaman now’ adalah Indonesia Kendaraan Terminal (IKT). Anak usaha dari PT Pelindo II itu bisa merubah citra pelabuhan Tanjung Priok yang dulu seram, banyak mafia, kumuh, kotor, korup, menjadi happy, terang dan menyenangkan. Kantor IKT di Priok seperti layaknya kantor Google, dan mereka bekerja dengan suka cita sesuai dengan tagline yang dibangun: We will shine with you!

Direktur Utama PT Pelindo III IG.N. Askhara Dhanadiputra meraih penghargaan The Best CMO Corporate Branding Performance.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK

Perkembangan yang tak kalah menggembirakan lahir dari Infomedia, anak perusahaan Telkom yang berusaha survive dengan menggunakan disruption mindset, yakni mengubah layanan informasi dan data dari produk cetak Yellowpages ke big data digital. Selanjutnya, inisiasi shifting dari Djakarta Lloyd, BUMN yang bergerak di bidang angkutan barang melalui laut, menjadikan dirinya sebagai perusahan operator persis seperti Gojek di darat. Begitupula kreativitas dan inovasi tiada henti yang dilakukan BUMN lain seperti RNI, Angkasa Pura II, Garuda Indonesia, Telkom, Bank-Bank Himbara, dll sudah bisa menyiasati era disruption dengan mengembangkan layanan Apps dan going digital.

Melalui presentasi yang dilakukan oleh para direksi BUMN dalam tahap penjurian BUMN Branding & Marketing Award 2017, menunjukkan bahwa para BUMN dan anak perusahaannya telah betul-betul siap menghadapi era disruption.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses