Monday 23rd January 2017

Demi Target 20 Juta Wisatawan

By: On:

adaPemerintah tengah gencar mengembangkan sektor pariwisata. Banyaknya potensi wisata yang bisa dikembangkan menjadi salah satu sumber pendapatan negara dari sektor nonmigas. Terlebih selama ini lokasi wisata sudah diakui wisatawan domestik dan mancanegara. Sebut saja pantai dan budaya Bali, Bunaken, Raja Ampat, Lombok, Pulau Komodo, Candi Borobudur dan Prambanan, dan masih banyak daerah tujuan wisata yang daya tariknya diakui dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar delapan persen. Adapun target devisa yang dihasilkan diharapkan mencapai Rp 240 triliun pada 2019 dengan target kunjungan wisatwan mancanegara sebanyak 20 juta dan wisatawan nusantara sebanyak 275 juta. Tak hanya itu. Sektor pariwisata pun diharapkan bisa menyerap 13 juta tenaga kerja, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

“Dalam memasarkan pariwisata Indonesia, selain mempunyai branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, kita juga mempunyai strategi pemasaran dalam destination, original dan time,” jelas Arief.

Kementerian Pariwisata, jelas Arief telah menetapkan tujuan pada tiga pintu paling utama yakni Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam. Ketiga great tersebut telah memberikan kontribusi hingga 90 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Adapun berdasarkan asal wisatawan mancanegara yang memberikan kontribusi terbesar adalah Singapura, Malaysia, China, Australia dan Jepang. Kelima pasar utama ini memberikan kontribusi sebesar 61 persen dari total kunjungan wisawatan mancanegara dari 18 pasar utama, sedangkan strategi dalam time menetapkan berdasarkan pola musim pasar.

Menurut Arief, prospek pariwisata ASEAN sangat cerah. Setidaknya terlihat dari jumlah kunjungan wisawatan mancanegara selama tahun 2013 yang mencapai 90,2 juta. Pasar pariwisata ASEAN juga mengalami pertumbuhan hingga 12 persen. Angka tersebut jauh di atas pertumbuhan pariwisata dunia yang sebesar lima persen pada tahun yang sama. Dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke ASEAN tersebut, 46 persen datang dari intra-ASEAN dan 32 persen dari Asia lainnya terutama China, Jepang, Korea Selatan dan India.

“Untuk merebut pasar ASEAN tentu membutuhkan taktik dan strategi pemasaran yang jitu,” tambahnya. Kementerian Pariwisata pun melakukan akselerasi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dengan berbagai cara. Mulai dari pembenahan lokasi wisata, penyusunan program acara yang menarik, pembenahan infrastruktur dan fasilitas, pengembangan biro perjalanan wisata, kerja sama dengan investor serta melakukan promosi ke sejumlah negara.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses