Tuesday 26th September 2017

DESA WISATA MEMPUNYAI SESUATU YANG KHAS

By: On:

kolom2Perlu kita pahami adalah apayang ingin dijumpai oleh wisatawan mancanegara ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Logikanya
adalah mereka ingin menjumpai hal- hal tidak mereka jumpai di negara asal. Untuk kelompok wisatawan tertentu, salah satu dari hal yang ingin dijumpai tersebut adalah desa wisata. Desa wisata menawarkan keseharian masyarakat desa di Indonesia berikut daya tarik alam dan seni budayanya.

Karakteristik warga pedesaan yang selalu hangat dan terbuka terhadap tamu merupakan pengalaman unik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Belum lagi dengan kekayaan seni dan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia, tentu merupakan hal yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, pengembangan desa wisata akan berdampak sangat signifikan bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Karena besarnya peluang memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalam desa dan masyarakat desa sendiri yang mengelola desa wisata
tersebut. Maka langkah pemerintah untuk mengembangkan desa wisata sebagai strategi pengembangan pariwisata nasional merupakan langkah yang tepat.

Namun desa wisata itu sendiri tidak serta merta dapat diandalkan dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia tanpa mengembangkan sektor yang lain. Hal ini mengingat pengalaman wisata seseorang terbentuk dari serangkaian produk yang bisa jadi tidak saling terkoneksi satu sama lain namun menciptakan satu pengalaman wisata tersendiri.

Dalam konsep produk wisata, desa wisata hanya menyediakan Attraction (daya tarik) dan Amenity (fasilitas/ akomodasi), sedangkan komponen lain yaitu Accessibility (kemudahan akses) dan Ancilliary Services (layanan tambahan) disediakan oleh penyedia jasa wisata
yang lain. Oleh karena itu, kebijakan pengembangan desa wisata perlu diletakkan dalam konteks pengembangan kepariwisataan yang lebih komprehensif. In short, bukan hanya desa wisatanya saja yang dikembangkan, namun kemudahan akses baik akses fisik maupun akses on
line juga perlu diperhatikan demikian juga dengan jasa-jasa atau layanan-layanan tambahan yang mendukung kinerja sebuah produk wisata.

Kendala terbesar adalah belum berkembangnya pola pikir sadar wisata di kalangan masyarakat desa sendiri. Seringkali sebuah wilayah (desa) yang memiliki daya tarik wisata yang kuat namun tidak didukung oleh tourism
awareness yang memadai dari masyarakat desa itu sendiri. Kendala lain adalah belum berkembangnya orientasi pelayanan masyarakat desa sebagai host dari sebuah desa wisata, hal ini berpotensi menyebabkan terciptanya pengalaman berwisata yang tidak memuaskan. Maka tantangan utama dalam pengembangan desa wisata adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam mengelola desa wisata mereka sendiri. Hal ini mengingat bahwa kultur masyarakat desa adalah kultur agraris dengan segala keeksotisannya. Ketika sebuah desa menetapkan diri menjadi desa wisata maka kultur agraris ini ditransformasi menjadi kultur agraris plus wisata. Transformasi ini bukan hal yang mudah dan dapat dilakukan dalam sekejap. Oleh karena itu pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan mengacu pada berbagai macam perspektif diantaranya sosiologi, ekonomi, lingkungan dan budaya.

Sebuah desa mempunyai daya tarik wisata bila mempunyai sesuatu yang khas. Daya tarik ini dapat berupa sumber daya alam yang berwujud dan bersifat given misalnya landscape nya, flora faunanya, bisa juga berupa sesuatu yang intangible misalnya kehidupan keseharian masyarakat desa yang menjalankan aktivitas-aktivitas kegiatan kerajinan, kesenian atau ritual-ritual tertentu, bisa juga gabungan dari keduanya. Berikutnya adalah adanya social capital yang kuat dari masyarakat desa itu sendiri untuk menjadi desa wisata karena tanpa dukungan warganya sendiri mustahil sebuah desa dapat bertranformasi menjadi desa wisata yang maju.

Di Jogja, sudah lama dikembangkan desa wisata. Beberapa di antaranya sudah sedemikian maju, seperti Desa Wisata Giriloyo, Imogiri, Bantul, keunggulannya memiliki daya tarik unik (Unique Selling Proposition-nya kuat) yaitu center for excellence untuk batik tulis. Contoh
lain Desa Wisata Pentingsari, Sleman, keunggulannya mampu mencapai tingkat kunjungan tinggi karena sudah memiliki standar pelayanan fisik yang bagus bahkan untuk kelas internasional, pengurusnya memiliki network yang luas sehingga mampu menghadirkan berbagai atraksi yang menarik yang memperkuat daya tarik wisata desa tersebut. Lalu ada Desa Wisata Pulesari, Sleman, keunggulannya daya tarik wisatanya tinggi karena banyak kebun salak pondoh, merupakan satu- satunya desa wisata di Yogyakarta yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata keberlanjutan dan masuk dalam jaringan Sustainable Tourism Organization (STO). Tentu tidak semua desa berpotensi menjadi desa wisata, tergantung
pada daya tarik wisata, kemudahan akses, ketersediaan fasilitas akomodasi dan fasilitas tambahan lainnya. Juga tergantung pula pada inisiatif dan social capital masyarakat desa karena merekalah penggerak utama penyelenggaraan desa wisata.

Pembentukan BUMDes merupakan keputusan yang baik, namun perlu dilihat apakah desa wisata yang bersangkutan membutuhkan BUMDes atau tidak , misalnya bila sudah ada koperasi yang sudah berbadan hukum, maka perlu dikaji bersama apakah BUMDes tetap diperlukan.
Kesuksesan sebuah desa wisata tidak dapat terwujud dalam waktu singkat, perlu dilakukan upaya-upaya yang kontinyu hingga sebuah desa wisata dirasa sudah mampu berdiri sendiri. Oleh karena itu program pembangunan desa wisata ha

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses