Wednesday 17th January 2018

Diskusi Direksi BUMN: IPO dan Kontribusi Ekonomi BUMN

By: On:

Jakarta (23/4): Tak banyak BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dari 119 BUMN, kini baru ada 20 BUMN yang sudah go public.

 

Padahal, ada banyak BUMN yang ingin mendapatkan modal dengan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Namun banyak pula kendala dan penolakan, mulai dari persiapan, perizinan, dan sebagainya.

 

Tak hanya BUMN, anak usaha BUMN juga ingin IPO. Tujuannya tentu saja untuk memperkuat permodalan dan semakin transparan.

 

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong BUMN untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering / IPO) atau go public. Tujuannya, agar BUMN semakin transparan. Keinginan itu diucapkan Jokowi saat mengunjungi Bursa Efek Indonesia, 7 April lalu.

 

Seperti apa kebijakan pemerintah dalam menyikapi keinginan BUMN dan anak usahanya melakukan IPO? Ini yang akan dibahas dalam diskusi yang diselenggarakan oleh majalah BUMN Track dan INDEF. Diskusi yang menghadirkan Ito Warsito (Dirut PT BEI), dan Enny Sri Hartati (Direktur INDEF). Tema diskusi kali ini adalah “IPO dan Kontribusi Ekonomi BUMN”.

 

Meskipun sebagian sahamnya dijual kepada publik, BUMN harus tetap memberikan kontribusi yang besar kepada negara. Ini sesuai tujuan dilahirkannya BUMN.

 

Acara diskusi ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada pemenang pemeringkatan Indikator BUMN Award (IBA). Pemeringkatan ini dilakukan terhadap BUMN terbuka. Sebanyak 20 BUMN dinilai berdasarkan kontribusi ekonomi, kinerja keuangan, dan transparansi berdasarkan kinerja semester 1-3 tahun 2013-2014.

Hasilnya, BRI menduduki posisi teratas untuk indikator kontribusi ekonomi. Kemudian disusul oleh PT PGN dan Bank Mandiri.

 

Adapun kinerja keuangan dimenangkan oleh PT Telkom, PT Semen Indonesia, dan disusul oleh PT Waskita Karya. Khusus untuk indikator transparansi, dimenangkan oleh PT Telkom, PT Garuda Indonesia dan posisi ketiga adalah Bank Mandiri.

 

Dari ketiga indikator tersebut, PT Telkom memiliki nilai tertinggi. Kemudian disusul oleh PT PGN dan PT Bukit Asam.

BUMN Track

BUMN Track adalah majalah yang terbit setiap bulan dan Mei 2015 telah berusia delapan tahun. Majalah ini mengulas tentang dinamika yang terjadi pada BUMN dan anak usahanya yang dikelola secara independen dan profesional.

 

Informasi lebih lanjut:

Eko Edhi Caroko (0815-8821-574 / ekocaroko@gmail.com)

Tunggul Wardhani (0813-1743-4909 / tunggul.wardhani@bumntrack.co.id)

Eka Dewi (0812-9449-4413 / redaksi@bumntrack.co.id)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses