Thursday 14th December 2017

Hentikan Perseteruan Itu  

By: On:

ahSaya bisa memahami mengapa Presiden Jokowi begitu ngotot untuk segera mewujudkan pembentukan holding BUMN. Saya juga bisa mengerti mengapa Menteri BUMN Rini Suwandi geregatan ingin mempercepat holdingisasi. Saya kira, pembentukan induk usaha perusahaan-perusahan plat merah ini sebuah keharusan, suatu keniscayaan untuk lebih memakmurkan negeri ini.

Peran BUMN sangat besar di Indonesia.

Selain mengelola sumber daya alam, BUMN juga menjadi lokomotif penggerak roda perekonomian nasional. Total aset BUMN tahun 2015 mencapai Rp 5.395 triliun, sementara total pendapatan mencapai sebesar Rp 1.728 triliun. Laba Bersih BUMN tahun 2015 sebesar Rp 150 triliun.

Pembentukan holding BUMN jelas bakal memperkuat kapasitas pembangunan negara melalui perusahaan pelat merah. Nantinya, pemerintah menginginkan pembangunan tidak lagi bergantung pada dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

(APBN). BUMN-BUMN bisa melakukan pembangunan di seluruh pelosok Indonesia tanpa mengganggu APBN.

Seperti keyakinan Rini Suwandi, holding akan memperkuat kapasitas BUMN untuk mencari pendanaan pembangunan. Dengan holdingisasi, BUMN punya kapasitas yang kuat untuk dapat mencari dana seperti super holding company (SHC) Temasek Group di Singapura dan Khasanah Group di Malaysia.

Menurut penelitian Dr. Toto Pranoto dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi UI, Temasek Group saat ini memiliki sekitar 100 anak perusahaan yang beroperasi di Asia, Amerika dan Eropa.

Temasek telah bertransformasi menjadi Souvereign Wealth Funds (SWF), yaitu kendaraan investasi milik pemerintah yang dioperasikan secara global. Sebagai SWF, Temasek bertanggung jawab mencari peluang investasi paling menguntungkan di seluruh dunia.

Temasek sebagai state-owned holding (SOH) menaungi beberapa BUMN  raksasa Singapura, seperti Development Bank of Singapore (DBS), Singapore

Telecomunication (SingTel), Singapore Power dan Singapore Airlines. Begitu ekpansifnya aktivitas Temasek di pusaran global, sampai ia mempunyai klub tersendiri di Swiss, Eropa, yang dikenal dengan sebutan “Temasek Club”.

Hampir secara keseluruhan, perekonomian Singapura ditunjang dan terbangun oleh jaringan aktivitas BUMN dengan skala modal dan kualitas profesionalismenya yang bergerak jauh dari tapal batas negara pulau itu sendiri.

Sejak membangun rumah, jalan, membuat kapal, mengilang minyak, sampai menyelenggarakan penerbangan, nyaris semuanya dilakukan oleh perusahaan negara yang bernaung di bawah Temasek Group.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses