Monday 27th March 2017

JAMKRINDO ANGKAT KELAS UMKM MELALUI PEMERINGKATAN

By: On:

1Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Setelah berhasil membuktikan diri sebagai sektor yang ampuh menahan badai krisis, sebanyak 99,9% unit bisnis merupakan UMKM yang menyerap hampir 97% tenaga kerja di Indonesia.
Meski demikian, dukungan pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM di Indonesia saat ini masih sangat kecil, yaitu hanya 7,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dukungan pembiayaan ini dinilai paling rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Guna mendorong akses UMKM agar bankable, diperlukan pemeringkatan UMKM. Sejalan dengan keluarnya UU No.1/2016 tentang Penjaminan Kredit UMKM, Jamkrindo mendapat penugasan melakukan pemeringkatan. Tugas ini dimulai dari peningkatan database UMKM yang ada
di Indonesia melalui Divisi Pemeringkatan UMKM dan Konsultasi Manajemen Jamkrindo.

Direktur Utama Perum JamkrindoDiding S Anwar mengatakan, jumlah UMKM yang ada di Indonesia saat ini berkisar 56 juta. Namun, hingga saat ini baru 5 juta yang telah masuk ke dalam database UMKM Jamkrindo, yang kemudian akan dilakukan pemeringkatan. “Melalui pemeringkatan ini, UMKM diharapkan bisa berkontribusi, memiliki nilai tambah dan naik kelas,” ujar Diding usai menyaksikan

MoU antara Jamkrindo dan beberapa perguruan tinggi untuk pemeringkatan UMKM dikantornya, Jakarta, Selasa (29/11).

Dirinya menargetkan akan ada tambahan 200 UMKM yang bisa mendapatkan pemeringkatan dari Jamkrindo hingga akhir tahun 2016, sehingga nantinya UMKM bisa sangat layak dan berkualitas ekspor, sehingga mudah mendapatkan pembiayaan dari bank.

Saat ini, menurut Diding, Jamkrindo tengah fokus melakukan pengelolaan database UMKM sebagai langkah awal pemeringkatan UMKM. Perusahaan juga gencar melakukan konsultasi manajemen kepada UMKM dengan menggandeng berbagai Perguruan Tinggi. Pada tahap pertama, Jamkrindo bekerjasama dengan tujuh perguruan tinggi (PT), antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Hasanuddin, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Indonesia (UKM Center UI), dan Universitas Syiah Kuala (UKM Center).

Kedepan, Jamkrindo akan memperluas cakupan kerjasama dengan perguruan tinggi swasta dan pihak lain yang kompeten mengingat pentingnya melakukan data base UMKM untuk dilakukan pemeringkatan. “UMKM harus terus didampingi. Karena problem mereka tidak hanya di kolateral dan pembiayaan, tapi juga manajemen keuangan, kemasan hingga pemasaran,” ujarDiding.

Hingga Oktober 2016, Jamkrindo mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 717,43miliar atau 76,3% dari target tahun ini sebesar Rp 940,66 miliar. Sedangkan total realisasi penjaminan kredit Jamkrindo hingga Oktober 2016 sebesar Rp 102,78 triliun yang terdiri atas penjaminan KUR Rp38,93 triliun dan penjaminan non-KUR Rp 63,85 triliun.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses