Thursday 14th December 2017

Membangun National Brand Berstandar Global

By: On:

1Pemerintah sudah memproyeksikan pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar negara ini pada 2019.Yang lebih penting, pertumbuhan pariwisata akan bersifat sustain karena itu Indonesia akan menjadi juara.

Bangsa kita sering kehilangan self confidence. Kalau di bidang lain mungkin kita sulit juara tapi pada sektor pariwisata kita bisa menang. Kalimat penyemangat tersebut diutarakan Menteri Pariwsata Arief Yahya ketika menjadi pembicara dalam Seminar Concerto Branding and Marketing Conference 2016 yang diadakan BUMN Track, di Jakarta, 23 November 2016. Pada kesempatan tersebut Arief memaparkan pentingnya membangun nation branding “Wonderlful Indonesia” dalam memasarkan pariwisata Indonesia. Bagi Arief brand penting. Brand merupakan janji sebuah produk kepada customer. Bila janji tersebut direalisasikan akan menjadi reputasi. Janji juga merupakan sebuah investasi yang bila direalisasikan akan menjadi reputasi. Lantas, apakah kita memerlukan nation brand?

Dahulu brand sebuah negara diwakili tiga industri terbesar yakni tread, tourism dan investment (TTI). Tetapi sekarang urutannya sudah berubah menjadi tourism, trade dan investment. Dalam hal trade dan investment, Indonesia tak bisa mengalahkan Singapura tetapi Singapura tidak bisa mengalahkan Indonesia pada sektor tourism. “Karena itu kita harus pandai memilih sektor mana yang harus diendors dari tiga pilihan tersebut. Pada ujungnya adalah bagaimana customer membeli produk atau tingkat kunjungan wisatawan ke sebuah negara,” jelas Arief Arief menambahkan, bagi CEO yang rabun jauh dan tidak visioner akan melihat brand hanya sekadar biaya besar, padahal brand adalah long investment yang value-nya bisa diambil sekarang. Tidak banyak CEO yang bisa memahami hal tersebut.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses