Wednesday 13th December 2017

Menjadikan Tourism sebagai Basic Needs

By: On:

1Bagaimana peran Kemenpar dalam program BUMN membangun Desa Wisata?

Kementerian Pariwisata mendukung arahan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Pariwisata menjadi kontributor pemasok devisa negara . Anggaran Dana Desa sebanyak Rp 1 miliar bagi 1 Desa yang dikelola Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) merupakan entry-point pengembangan Desa Wisata. Di sini, kami berperan sebagai inisiator homestay Desa Wisata dengan membuat pedoman atau kriteria pengembangan Desa Wisata. Dalam pelaksanaannya, kami juga berkoordinasi dengan Kemen PUPR terkait pembangunan homestay dan infrastruktur, dengan Kemendes terkait Desa Wisata, Kemenhub terkait transportasi, dan Kemen BUMN terkait pengelolaan dan pendampingan masyarakat. Sekaligus memasarkan program homestay di desa wisata melalui Indonesia Tourism Exchange (ITX) dan media promosi lainnya.

Apa tantangan dalam melakukan pembangunan Desa Wisata?

Yang mendasar adalah mengenai pola pikir atau mindset kepariwisataan yang masih perlu terus dikembangkan. Jika boleh dianalogikan, softwere membangun Desa Wisata di masyarakat juga perlu dilakukan bersamaan dengan pembangunan hardwere yang menjadi kerjasama antar kementerian. Melihat kenyataan ini, maka peningkatan dan pengembangan kapasitas melalui program Sadar Wisata akan terus dilakukan.

Bagaimana membangun mindset tourism pada masyarakat setempat?

Buktikan bahwa pariwisata itu mensejahterakan dan menghasilkan. Show the money. Pariwisata terdiri dari dua aspek besar, yakni Cultural Values dan Commercial Values, keduanya harus berimbang. Kami sadar, mentransfrom orang seluruh desa untuk menjadi entrepreneur itu susah. Maka Desa wisata maupun UKM dan koperasi akan kita kelola seperti korporasi. Untuk itu, nanti di masing-masing Desa Wisata akan kami sertakan change agent atau orang yang ahli. Intinya, kita bisa mentransform bangsa ini melalui digitalisasi. Karena aplikasi itu akan mengubah sistem dan budaya.

Ke mana arah digitalisasi yang dimaksud?

Contoh dalam pembangunan homestay. Nantinya kita akan kelola secara digital melalui Indonesia Tourism Exchange (ITX) mostly untuk pemasaran, seperti Airbnb. Kita punya desa dan UKM banyak. Apa kelemahannya? Keduanya masih dikelola secara personal, belum secara profesional. Untuk mengelola secara korporasi dicapai dengan cara sharing ekonomi sesuai prinsip koperasi. Mengingat jumlah koperasi dan UKM yang sudah mencapai 57,8 juta, maka ini hanya bisa dikelola dengan cara digital. Intinya, kita ingin menjadikan tourism sebagai basic needs. Itu hanya bisa dicapai kalau dia affordable. Affordable hanya bisa dicapai melalui sharing economy. Sharing economy muncul kalau dibuat digital sharing economy atau singkatnya digital economy. Inilah yang akan mentransform koperasi menjadi korporasi. Kalau kita bisa melakukan itu, negara ini akan dahsyat dan sulit terkalahkan.

Bagaimana Anda menilai upaya BUMN dalam mendukung sektor pariwisata?

Selama ini implemantasinya sudah sangat bagus. Kami juga berterimakasih kepada BUMN karena turut mendorong sektor pariwisata agar lebih cepat berkembang, tentu dalam kapasitas mereka. Memang point-nya kita harus maju bersama, sesuai semangat Indonesia Incorporated

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses