Monday 20th November 2017

Penyedia Jasa Layanan Kepabeanan Terdepan dengan Peningkatan Nilai Tambah Layanan Forwarder Indonesia

By: On:

PT EDI Indonesia dan GeTS Asia bekerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyelenggarakan seminar bertajuk “Menjadi Penyedia Jasa Layanan Kepabeanan Terdepan dengan Peningkatan Nilai Tambah Layanan Forwarder Indonesia” di Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC (9/8). Acara ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar di dalam ALFI.

Dalam acara ini diperkenalkan beberapa layanan yang dapat digunakan untuk menunjang jasa layanan bagi perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan forwarder. Adapun layanan yang dibahas dalam seminar ini adalah Cross Border System (XBS), yaitu otomatisasi pemenuhan pelaporan deklarasi kepabeanan untuk mempercepat proses pengeluaran barang. Kemudian didiskusikan juga Trade2Gov, yaitu layanan untuk mempermudah penyampaian dokumen kepabeanan dan perizinan selain itu juga dibahas HIVE, platform logistik yang dibangun oleh Singapore sebagai media yang diciptakan untuk membangun kerjasama baru diantara freight forwarder ASEAN.

Layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara EDII dan GeTS dalam layanan pertukaran data deklarasi ekspor impor antara Indonesia dengan Singapura. EDII dan GeTS telah sepakat dan menandatangani MoU pada tanggal 23 Mei 2017 di Jakarta, untuk melakukan konektivitas untuk memfasilitasi pertukaran data komersial terkait pelaporan deklarasi kepabeanan, izin ekspor impor, manifest dan Surat Keterangan Asal (SKA) sehingga pelaku usaha yang melakukan pelaporan melalui sistem setiap negara memperoleh kemudahan dalam setiap pelaporannya.

Layanan ini telah dilakukan piloting di 2 perusahaan di Indonesia, yaitu DB Schenker dan Bollore. Layanan yang telah diujicobakan yaitu pertukaran data deklarasi ekspor Singapore untuk menjadi deklrasi impor Indonesia.

Mekanisme dalam kolaborasi ini, dimulai dari data dikirimkan dari GeTS melalui email kepada EDII. EDII akan memberikan notifikasi kepada pelaku usaha, pelaku usaha akan membuat PIB tanpa harus melakukan input data secara keseluruhan. Data deklarasi ekspor Singapore di konversi secara otomatis menjadi data PIB. Tetap diperlukan input untuk beberapa data yang belum ada, tetapi pelaku usaha tidak perlu menginput secara keseluruhan. Layanan ini dapat meminimalisir kesalahan input dalam PIB yang mengganggu proses pengeluaran barang yang berakibat kepada kerugian finansial.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses