Wednesday 13th December 2017

RNI Raih BUMN Performance Excellence Award 2017

By: On:
Dalam rangka meningkatkan daya saing BUMN menuju persaingan global, Kementerian BUMN terus melakukan pembenahan, salah satunya melalui penerapan sistem Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU). Sistem pengendalian kinerja tersebut telah diterapkan oleh 109 BUMN, di antaranya PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang pada periode penilaian tahun 2016 memperoleh kenaikan peringkat menjadi perusahaan dengan predikat Good Performance.
Atas hasil tersebut, Kementerian BUMN melalui Forum Ekselen BUMN menganugerahkan penghargaan BUMN Performance Excellence Award 2017 kepada PT RNI, sebagai perusahaan yang telah mencapai Level Good Performance. Penghargaan yang diserahkan pada acara Puncak penganugerahan Penilaian Kinerja BUMN berbasis KPKU, Senin (6/11), di Kantor Pusat BNI, Jakarta, tersebut diterima oleh Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo. Hadir dalam acara tersebut, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementrian BUMN Ahmad Bambang, beserta para Direksi BUMN.
Didik mengatakan, melalui penghargaan ini, pembenahan tata kelola dan kinerja di RNI Group yang terus digenjot dalam 3 tahun terkhir telah terinternalisasi dengan baik dalam segala lini perusahaan. “Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami agar tak pernah bosan melakukan pembenahan sistem tata kelola dan pengendalian kinerja dalam rangka peningkatan proses dan hasil, karena output yang unggul tidak pernah terlepas dari input dan proses yang baik,” ungkap Didik usai menerima penghargaan.
RNI sebagai BUMN yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi dan alat kesehatan, perdagangan dan distribusi serta properti ini telah menerapkan KPKU sejak lima tahun lalu dengan perolehan skor yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada awal penerapan, tahun 2012, RNI memperoleh skor 305, lalu pada tahun 2013 memperoleh 316, meningkat lagi pada tahun 2014 menjadi 358 dan 407 pada 2015. Sementara pada tahun 2016, hasil penilaian RNI mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 70 poin menjadi 477 atau meningkat sebesar 17%.
Didik mengakui, peningkatan laba RNI yang signifikan pada tahun 2016 tidak terlepas dari pembenahan sistem kinerja yang terintegrasi dengan Key Performance Indicator (KPI) berbasis KPKU. Pada tahun 2016, perusahaan yang mengelola 13 anak perusahaan ini berhasil menorehkan kinerja mumpuni dengan membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 247 miliar atau meroket tajam 257% dibanding tahun 2015 sebesar Rp 69 miliar.
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses