Tuesday 23rd May 2017

Sektor Fesyen dan Garmen Harus Lebih Maju

By: On:

JAKARTA, Presiden Jokowi bersama  Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Duta Besar Swedia untuk Republik Indonesia Johanna Brismar Skoog, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki,  menerima Helena Helmersson dari H&M Global Production beberapa hari lalu di Istana Merdeka. H&M Global Production merupakan perusahaan fesyen besar asal Swedia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pelaku fesyen asal Indonesia. Pertemuan yang diprakarsai oleh Kantor Staf Kepresidenan dan Kementerian Perdagangan ini didasari atas fakta bahwa industri tekstil di Indonesia memberikan pemasukan kepada negara sebesar Rp 13 miliar dollar per tahun.

Selain itu, industri ini juga mampu menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja. Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan bahwa 98% pengadaan oleh H&M di Indonesia bertujuan untuk ekspor. “H&M sudah ada di Indonesia sejak tahun 1996. Sekitar 98 persen dari pengadaan H&M itu bertujuan untuk ekspor,” kata Thomas ketika memberikan keterangan pers.

Lebih jauh, Thomas juga menjelaskan bahwa fesyen merupakan industri masa depan Indonesia karena cocok dengan budaya kreatif di Tanah Air. “Tadi pertemuan sangat kondusif dan produktif. Baik pemerintah Swedia maupun H&M menyampaikan beberapa masukan untuk mengejar lagi agar sektor fesyen dan garmen lebih maju lagi. Kami sangat antusias bekerja sama dengan pemerintah Swedia untuk mendukung sektor swasta di Indonesia,” ujarnya. (Pam)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses