Wednesday 13th December 2017

SURVEYOR INDONESIA DORONG PENDAPATAN MELALUI EMPAT SEKTOR

By: On:

Menghadapi tahun 2018, PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI akan mengembangkan empat sektor untuk meningkatkan pendapatan usaha. Keempatnya terdiri atas konsultan terintegrasi sektor infrastruktur, lingkungan, energi dan mengembangkan laboratorium pengujian pelumas.

Direktur Utama PTSI dalam bincang dengan awak media di gedung Kementerian BUMN, Selasa (7/11) mengatakan, dalam bidang Infrastruktur, misalnya, PTSI akan mengembangkan jasa end to end  berupa pengembangan jasa terintegrasi di area perkotaan, airport cityport city, kawasan pariwisata, industri dan ekonomi. Pengembangan bisnis dengan kompetensi dan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung revenue yang lebih besar.

Untuk bidang lingkungan, perusahaan jasa survei, inspeksi, sertifikasi dan konsultasi plat merah ini  akan mengembangkan bisnis hingga pengelolaan limbah termasuk limbah B3 dan limbah non B3. Sementara untuk sektor energi, PTSI berperan aktif dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. “Kami tidak hanya melakukan kegiatan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi namun juga  mengembangkan sampai dengan pemeliharaan pembangkit Instalasi tenaga listrik yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional,” ujar Dirut PTSI M Arif Zainuddin.

Dirut PTSI M Arif Zainuddin saat memberikan keterangan kepada awak media.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK

Sedangkan terkait pengujian pelumas, perusahaan akan membangun Laboratorium Pengujian Pelumas dalam meningkatkan mutu terhadap komoditas kebutuhan konsumen. “PT Surveyor Indonesia akan mengembangkan uji terkait mutu SNI pelumas di mana terdapat banyak varian pelumas yang beredar di pasaran,” imbuh Arif.

Hingga Oktober 2017, PTSI berhasil meraih pendapatan usaha sebesar Rp 631 miliar. Jumlah ini meningkat 14% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 554 miliar.  Dari jumlah tersebut, sektor migas dan sistem pembangkit menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 280 miliar atau sebesar 70% dari target sepanjang tahun ini mencapai Rp 400 miliar. Pada 2018, pendapatan sektor ini ditargetkan tumbuh 25%.

Selanjutnya, sektor mineral dan batubara membukukan pendapatan Rp 108 miliar atau mencapai 80% dari target  2017 sebesar Rp135 miliar. Tahun depan, pendapatan sektor minerba diperkirakan meningkat 30%.

Kemudian, untuk sektor bisnis infrastruktur, manajemen membidik pendapatan Rp 176 miliar hinga akhir tahun dan meningkat 11% pada 2018. Sedangkan sokongan dari sektor penguatan institusi dan kelembagaan diproyeksikan sebesar Rp 209,5 miliar dan naik menjadi Rp 243,8 miliar pada 2018.

Dirut PTSI M Arif Zainuddin saat memberikan keterangan kepada awak media.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK

BANGUN LAB TERPADU

Demi memperkuat bisnis perusahaan, khususnya untuk keperluan penelitian dan pengawasan produk hulu hingga hilir, PTSI tengah membangun laboratorium terpadu di Sentul, Jawa Barat. Laboratorium tersebut terbagi atas laboratorium untuk minyak pelumas, emas, velg dan ban, baja, serta lingkungan yang saling terintegrasi satu sama lain.

Total investasi pembangunan pabrik di atas lahan seluas 3.000  itu meter persegi itu mencapai Rp 69,2 miliar, yang  terdiri atas lab minyak pelumas Rp 53,7 miliar, emas Rp 8,5 miliar, velg dan ban Rp 1 miliar, baja Rp 1 miliar, dan lingkungan Rp 3 miliar.

Dirut PTSI Arif Zainuddin mengatakan, pembangunan laboratorium terpadu tersebut merupakan pengembangan dari 18 laboratorium minerba milik PTSI yang di beberapa titik di Tanah Air. Khusus laboratorium minyak pelumas, baja, lingkungan, serta emas segera beroperasi pada tahun 2018. Sementara laboratorium velg dan ban diperkirakan baru beroperasi di 2019,” ujar Arif.

Dengan pengembangan bisnis yang agresif, PTSI optimistis mampu meraup pendapatan sampai Rp 1,21 triliun pada tahun 2018 atau meningkat 20% dibanding 2017 yang diproyeksikan sekitar Rp1,01 triliun. Selain itu, perusahaan juga optimis mampu mencetak laba sebelum pajak tahun 2018 sebesar Rp159 miliar, tumbuh 22% dibanding tahun 2017.(EviHerawati/BUMNTRACK)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses