BERITA

Jamkrindo Syariah dan Kemendagri Sinergi Pemanfaatan Data Kependudukan

PT Penjaminan Jamkrimdo Syariah atau Jamsyar senantiasa berkomitmen meningkatkan layanan kepada nasabah. Salah satunya diwujudkan melalui kerjasama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pemanfaatan data kependudukan, berupa akses pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan dan KTP elektronik (KTP el). Bersama Jamsyar, sebanyak 13 Lembaga Keuangan turut bersinergi dalam MoU yang berlangsung di Jakarta, 16 Juli 2019 itu.

Hadir dalam penandatanganan kesepakatan tersebut, Plt. Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo dan Direktur Operasional Jamsyar Achmad Sonhadji, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh dan perwakilan pemimpin perusahaan dari 13 lembaga keuangan terkait.

Kerjasama ini menyepakati tiga jenis layanan yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga keuangan, yaitu akses data perseorangan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka verifikasi data calon nasabah dan/atau nasabah, pemadanan database nasabah masing-masing lembaga keuangan sehingga database masing-masing lembaga keuangan bisa semakin akurat, dan terakhir akses pemanfaatan data melalui penggunaan perangkat pembaca KTP-el guna verifikasi keaslian KTP-el setiap nasabah dan/atau calon nasabah.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, di era digital saat ini masyarakat menginginkan pelayanan publik yang serba cepat, termasuk layanan dokumen kependudukan dan layanan perbankan. Di sisi lain, lembaga keuangan juga membutuhkan jaminan keamanan serta akurasi data dalam memberikan layanan perbankan.

“Kerjasama ini memberikan dampak positif baik untuk negara dan lembaga keuangan. Bagi negara, kerjasama ini membantu melengkapi serta meningkatkan akurasi serkaligus memperkaya basis data kependudukan. Sementara lembaga keuangan mendapatkan keamanan, keakuratan serta kemudahan dalam verifikasi data penduduk,” ungkapnya.

Hingga 16 Juli 2019, tercatat sebanyak 98,93 persen penduduk telah melakukan perekeman e-KTP. Sementara sebanyak 1.227 lembaga sudah bekerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil. “Melihat dua capaian tersebut, kami optimis cita-cita mewujudkan ekosistem nasional sadar administrasi kependudukan dapat segera terwujud,” pungkas Zudan Arif.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close