CEO NOTES

Bambang Eka Cahyana : Pecinta Seni yang Memimpin dengan Hati

Direktur Utama PT Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana.

Bambang Eka Cahyana adalah sosok yang berani dan cermat mengambil keputusan. Di balik kecintaannya terhadap seni, ia merupakan pribadi yang pantang menyerah dan selalu haus akan ilmu serta pengalaman.

Pagi itu, pukul 06.00 WIB, kabut masih menyelimuti udara di sekitar Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatera Utara. Tak lama kemudian, sang mentari mulai menampakkan sinarnya seraya membawa kehangatan. Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama PT Pelindo 1 (Persero) berjalan mendekati kapal tunda Hang Tuah 7. Ia sengaja membawa awak BUMN Track melihat kesiapan kapal tunda, sebagai gerbang utama pengguna jasa Pelindo 1.

Dengan antusias, Bambang menyapa para awak kapal yang sedang bertugas, seraya memberikan salam dan semangat pagi. Sapaan sang nahkoda tentu menimbulkan motivasi tersendiri bagi para karyawan, untuk bekerja lebih baik, memberikan pelayanan yang terbaik, demi keberhasilan perusahaan.

Seberapa pentingkah keberadaan kapal tunda? “Kapal tunda inilah yang merepresentasikanservice utama Pelindo 1. Karena seluruh pengguna jasa pelabuhan, khususnya kapal-kapal yang membutuhkan jasa pelayanan, pertama kali akan bersentuhan dengan kapal tunda. Kalau pelayanan kapal tunda bagus, tentu pelayanan selanjutnya akan memuaskan bagi para pengguna jasa,” ungkap pria yang sedang merampungkan pendidikan S3 di Universitas Brawijaya, Malang.

Oleh karenanya, saat ini Pelindo 1 gencar melakukan modernisasi terhadap kapal-kapal tunda sebagai service touch point Pelindo 1 yang terdepan. Sementara untuk memaksimalkan pelayanan, Bambang juga tak sungkan untuk menyapa langsung para awak kapal seperti yang dilakukannya pagi itu, karena selain untuk menjalin keakraban, Bambang ingin memacu motivasi mereka untuk senantiasa memberikan layanan memuaskan.

Memaknai Petuah

Bambang meneladani sikap disiplin, kerja keras dan pantang menyerah yang diwariskan dari kedua orangtua. Sebuah petuah dari sang ayah untuk giat menuntut ilmu menjadi pemecut motivasinya yang paling ampuh. “Orang tua saya berpesan, bahwa harta yang paling berharga adalah ilmu, maka pesannya, teruslah kamu mencari ilmu. Dan yang tak kalah penting adalah bahwa kita tidak boleh cepat menyerah, melainkan harus terus berusaha sampai berhasil, karena segala sesuatu itu akan indah pada waktunya,” ungkap Bambang seraya mengingat wejangan kedua orangtuanya di masa lalu.

Nasihat tersebut terus mengiang di telinganya, yang hingga saat ini terus menambah ilmu baik yang ia tempuh melalui jalur pendidikan formal maupun informal yang ia dapatkan dari pergaulan yang tak memandang status sosial.

Bambang yang sedari kecil dididik hidup mandiri ini juga tak mengenal kata menyerah. Lagi-lagi, karena sikap yang ditanamkan kedua orangtuanya yang mengatakan bahwa terkadang sebuah kegagalan adalah ujian untuk melatih kesabaran dan ketekunan. Karena hanya dengan sabar, tekun dan yakin, maka segala persoalan dapat terselesaikan.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close