CEO NOTES

Hambra Samal : BUMN Wajib Tunduk pada GCG

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal.

Penguatan Good  Corporate Governance (GCG) merupakan bagian penting dalam pengelolaan perusahaan. Dalam praktiknya, beberapa lembaga baik secara nasional maupun regional (ASEAN) turut melakukan penilaian terkait penerapan tata kelola di BUMN. Bahkan  pada  tahun 2018, saat penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard dari lima perusahaan dengan skor tertinggi di Indonesia, empat di antaranya adalah BUMN dan anak perusahaan BUMN yang dahulunya berstatus BUMN.

Untuk menjaga GCG, BUMN  tidak boleh dijadikan alat politik yang menyebabkan ia menyimpang dari maksud dan tujuan pendiriannya. Berikut pandangan Hambra Samal, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN terkait penguatan GCG di di BUMN yang disampaikan kepada redaksi BUMN Track:

Bagaimana penerapan prinsip GCG yang dilakukan BUMN selama ini?

BUMN dalam menerapkan prinsip good corporate governance (GCG ) yang meliputi Transparency, Accountability, Responsibility, Indepandency dan Fairness telah berpedoman pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER –  01/MBU/2011 dan PER-09/MBU/2012 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada BUMN. Penerapan GCG yang dilakukan oleh BUMN secara bertahap tersebut dilakukan secara konsisten dan menyeluruh sebagai strategi pengelolaan perusahaan.

BUMN mana saja menurut Bapak leading dalam menerapkan GCG?

Saat ini terdapat beberapa Lembaga baik secara nasional maupun regional (ASEAN) yang melakukan penilaian terkait penerapan tata kelola di BUMN. Dari hal tersebut kita bisa melihat secara profesional dan independen BUMN mana saja yang menjadi leading dalam menerapkan GCG.

Perlu diketahui, bahwa prestasi BUMN dalam menerapkan GCG tidak main-main.  Bahkan BUMN  boleh berbangga karena pada  tahun 2018 dalam penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (Penilaian GCG tingkat regional ASEAN) dari lima perusahaan dengan skor tertinggi di Indonesia, empat di antaranya adalah BUMN dan anak perusahaan BUMN yang dahulunya berstatus BUMN. Ke empat BUMN tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank BTN (Persero) Tbk, PT Antam Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Agar sebuah BUMN dapat menjalankan GCG dengan baik, apa yang menjadi persyaratan utama?

Pertama,  Direksi harus menyusun GCG manual yang jelas. Artinya terdapat parameter yang jelas  dan bisa dilaksanakan. Kedua, ada komitmen dari semua pimpinan yang terdapat di BUMN tersebut. Ketiga, menerapkan GCG secara konsisten, menyeluruh dan berkelanjutan. Dan keempat, dilakukan monitoring dan evaluasi penerapan GCG.

Bagaimana grand strategy  yang dibuat Kementerian BUMN dalam mengembangkan dan memperkuat GCG BUMN?

Kementerian BUMN selalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan konsisiten terhadap penerapan GCG di BUMN. Kami juga menjadikan pencapaian GCG sebagai salah satu faktor untuk menghitung remunerasi di BUMN.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close