LIFESTYLE

Hari Tjahya Wibowo : Memadukan Ilmu dan Seni

Beragam posisi di berbagai departemen seperti Business and Commercial Development, Merger and Acquisition, Financing and Structuring, dan Development of Strategic Partners, serta serangkaian pengalaman yang komprehensif mengantarkan Hari Tjahya Wibowo pada posisi puncak di PT Patra Jasa. Dirinya mengaku tertarik masuk ke perusahaan pelat merah setelah melihat banyaknya potensi yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

“Saya melihat potensi BUMN ini cukup besar, mengubah pola berpkir teman-teman di Patra Jasa untuk menghadapi tantangan dalam konteks profesional. Akhirnya saya berfikir untuk mengikuti tes masuk BUMN. Alhamdulillah lolos, termasuk fit and proper test saya cocok untuk masuk di BUMN,” ungkap Hari.

Berbagai suka duka mengiringi pengalamanya sebagai Presiden Direktur Patra Jasa. Salah satu hal menarik baginya adalah dapat menemui tantangan baru setiap waktu. Hari pun melihat peluang bisnis bidang properti Patra Jasa yang masih sangat luas. “Challenge -nya yaitu bagaimana memujudkan implementasi tersebut menjadi suatu bisnis,” jelasnya.

Hari yang menganggap mengelola BUMN harus bekerja 10 kali lebih keras daripada perusahaan swasta, yakin bahwa pengelolaan dari sisi tenaga, waktu dan konsentrasi membutuhkan keahlian untuk menggabungkan antara ilmu dan seni. Sebab, BUMN dituntut untuk berpikir out the box tanpa menyalahi aturan good corporate governance.

Berkat kepiawaiannya menggabungkan ilmu dan seni, Hari yang pada awal memimpin Patra Jasa merasa seperti naik roller coster itu kini mengaku jauh lebih rileks. Setelah mengetahui arah dan tahapan prioritas yang jelas, dirinya menanamkan bahwa bekerja itu membutuhkan totalitas, termasuk menyemangati diri sendiri. “Tanamkan di jiwa bahwa kita bekerja dengan totalitas, jadi bikin semangat untuk diri sendiri tiap hari,” katanya.

Semangat itu juga tak lepas dari dukungan keluarga. Karenanya, di sela kesibukannya bekerja, ayah dua anak ini berusaha memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menyapa istri dan kedua anaknya yang sedang melanjutkan pendidikan di luar negeri. “Saya ini family man, saya berkomunikasi dengan keluarga dengan intens, baik video call maupun komunikasi lain,” terangnya yang kerapkali mengisi hari libur dengan memasak berdua sang istri.

Sebagai penyeimbang, pria yang menyukai masakan rawon ini gemar mengutak-atik mobil klasik miliknya. Pasalnya mobil klasik itu barang antik yang memiliki engine bergerak untuk ditampilkan semaksimal mungkin. Lantas, bagaimana cara ia membagi waktu untuk menyalurkan hobinya? “Kalau kerja dan keluarga itu nomor satu sampai 16, nah hobi itu nomor 16-nya, ha…ha….ha,” ujar Hari sambil tertawa lepas.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close