LIFESTYLE

Indonesia Ungguli 130 Negara dalam Jelajah Destinasi Wisata Halal Global

Pulau Lombok telah menyabet dua penghargaan World Halal Travel Awards (WHTA) 2015, dalam kategori World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination.

Indonesia menduduki peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Kabar gembira ini diumumkan oleh CEO CrescentRating Fazaal Bahardeen di Pullman Hotel, Jakarta, medio bulan lalu. Laporan GMTI menganalisa berdasarkan 4 kriteria penilaian strategis, yaitu Akses, Komunikasi, Lingkungan dan Layanan. 

Keberhasilan ini seakan menyempurnakan prestasi sektor pariwisata tanah air yang semakin nyata mendorong perekonomian Indonesia. Jajaran Kementerian Pariwisata pun telah bertekad menjadikan Indonesia peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia di 2019. “Kami terus berusaha untuk mewujudkannya, antara lain dengan meluncurkan IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) 2019 yang mengacu standar global GMTI (Global Muslim Travel Index) serta melakukan bimbingan teknis (bimtek) dan workshop sepuluh destinasi pariwisata halal unggulan di Tanah Air,” ungkap Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Gelar peringkat 1 GMTI 2019 menurut Arief adalah vital bagi pariwisata Indonesia. Status terbaik dunia sangat penting, sebab menjadi representasi kualitas wisata halal dan berbagai usaha perbaikan yang dilakukan selama ini. Menurutnya, prestasi ini memiliki makna 3C, yakni CalibrationConfidence serta Credibel yang otomatis menaikkan daya saing wisata halal di level global.

“Menduduki status terbaik, daya saing wisata halal terus naik. Artinya, destinasi wisata halal yang ada di Indonesia lebih baik dari negara manapun. Untuk itu, wisatawan harus terus menempatkan Indonesia di urutan pertama daftar kunjungannya. Sebab, semua aspek terbaik ada di Indonesia,” ujarnya optimistis.

Melesatnya peringkat Indonesia tidak lepas dari beragam perbaikan yang dilakukan. Perbaikan itu meliputi sektor aksesibilitas, komunikasi, pengendalian faktor lingkungan hingga pelayanan. Untuk aksesibilitas yang fokus pada bandara, pelabuhan, jalan hingga rel kereta api, peningkatan signifikan dilakukan di lima wilayah, seperti Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau & Riau, Jakarta, dan Lombok.

Pengembangan komunikasi juga gencar dilakukan pada lima wilayah tersebut, yakni melalui Muslim Visitor GuideStakeholder EducationMarket OutreachTour Guide hingga Digital Marketing. Mobilitasnya semakin mudah dengan dukungan WiFi di bandara, lalu destinasi punya komitmen kuat mengembangkan infrastruktur.

Wisatawan juga dimanjakan dengan beragam fasilitas pendukung wisata halal. Pada 5 daerah itu, destinasi wisatanya selalu didukung dengan restoran halal yang tersertifikat. Jumlah tempat ibadah banyak dan tersebar merata. Begitu juga dengan bandaranya yang dilengkapi prayer room. Untuk hotel, dapurnya tersertifikat halal dan atraksinya kuat dengan nuansa islami.

“Yang jelas, fasilitas terbaik wisata halal ada di Indonesia. Bukan hanya kuantitas saja, tapi kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan. Semua tertib aturan dan tersertifikasi dengan baik, bahkan secara berkala rutin di upgrade,” papar Arief.

Sepuluh Destinasi Halal

Pemerintah Indonesia telah menetapkan sepuluh lokasi destinasi wisata halal yang kerap diganjar penghargaan. Kesepuluh destinasi itu adalah Lombok (NTB), Riau-Kepulauan Riau, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), serta Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya).

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata memastikan atraksi yang ditawarkan di destinsi halal sangat lengkap dan menginspirasi sekaligus memiliki fasilitas pendukung yang optimal.

Arief Yahya yang dinobatkan sebagai menteri berprestasi tinggi dalam Kabinet Kerja 2014-2019 di ajang Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja oleh Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI)  ini mencontohkan Lombok yang telah menyabet dua penghargaan World Halal Travel Awards (WHTA) 2015, dalam kategori World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination. 

Menurutnya, fasilitas yang dimiliki Lombok terbilang lengkap. Didukung oleh 60 restoran halal bersertifkat dan 1.076 self claimed, Lombok memiliki masjid berjumlah 8.456 bangunan sekaligus 60 hotel bersertifikat halal. 

Selain itu, wilayah ini juga ditopang oleh 25 situs heritage Islam, 98 moslem friendly attraction dari 161 atraksi, 7 islamic event, dan 11 paket tur halal.

“Selain aksesibilitas, aspek komunikasi wilayah itu juga optimal. Stakeholder educationLombok memiliki 30 event, lalu jangkauan marketnya 50 event halal dengan 4 tipe brosur. Untuk digital marketingnya mengandalkan GenPI dan Poltekpar Lombok,” urainya.

Arief melanjutkan, di posisi kedua ada Aceh yang menjadi wilayah ramah muslim traveler. Aceh yang pada WHTA 2016 dinobatkan sebagai World’s Best Airport for Halal Travellers dan World’s Best Halal Cultural Destination ini ditopang dengan aksesibilitas yang juga mumpuni, berupa satu bandara internasional dan 12 bandara domestik. Terdapat pula 125 rute bus antar kota dan 1.069.032 kilometer area jalan.

Di sisi lain, Aceh juga memiliki empat tipe brosur, 10 event halal dan 16 event untuk stakeholder education yang keseluruhan promosinya didukung 100 persen oleh GenPI.

Sementara di Ibu Kota sendiri, destinasi wisata halal juga semakin bergairah. Saat ini, Jakarta memiliki 510 hotel dengan sertifikat halal dan 3.683 self claimed. Jumlah masjidnya sekitar 7.795 bangunan. Adapun untuk hotelnya masing-masing menyediakan 5 tipe syariah, sertifikat dapur halal dan no pork. Jakarta juga memiliki atraksi berupa 20 situs heritageIslam, 19 muslim friendly attraction, dan 11 islamic event.

Halal Park

Mempertegas statusnya sebagai pemenang Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, Indonesia memiliki destinasi wisata halal terbaru berupa Halal Park yang berlokasi di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.  Diresmikannya destinasi Halal Park pada 16 April lalu oleh Presiden Joko Widodo sekaligus menjadi embrio bagi Halal District yang juga akan dikembangkan di kawasan GBK.

Arief Yahya mengungkapkan, kehadiran Halal Park dan dirintisnya Halal District yang menelan invetasi senilai Rp250 miliar dengan luas area 21 ribu meter persegi menjadi sinyal positif bagi pariwisata Jakarta. Sebab, destinasi wisata halal memiliki pertumbuhan positif.

Dirinya yakin destinasi ini akan memberikan dampak positif terhadap dunia pariwisata dan perekonomian Indonesia, khususnya Jakarta. “Halal Park dan rencana pengembangan Halal District jadi warna baru bagi wisata halal di Indonesia. Destinasi ini akan memberikan impactsangat positif. Selain terhadap pergerakan arus masuk wisatawan dunia, destinasi ini juga menjadi motor ekonomi baru di Jakarta. Masyarakat akan semakin merasakan manfaat aktivitas pariwisata,” tandas Arief.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close