LIFESTYLE

Lenita Tobing : Temukan Passion

Lenita Tobing, Partner at PwC Consulting Indonesia.

Sebelum menjadi konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC), perempuan lulusan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini sempat mengalami galau berkepanjangan untuk menentukan karier yang akan dijalani. Terutama, pekerjaan yang dapat memenuhi dua panggilan hatinya. Yakni, berkontribusi dan berperan dalam pembangunan negara. Passion itu tumbuh setelah ia mengunjungi negara-negara maju di berbagai belahan dunia, lantaran ayahnya yang berprofesi sebagai seorang diplomat. “Saya berpikir, kok, Indonesia tidak bisa seperti negara maju yang SDM-nya berkualitas dan disiplin, ya?” ujarnya seraya bertanya.  

Jawaban itu baru didapat saat ia pindah ke Australia untuk menempuh pendidikan strata dua Applied Finance di Universitas Macquarie, dan sempat bekerja di negeri kanguru. Ketika itu, rekan-rekannya sesama alumni UI mengusulkan agar perempuan kelahiran 21 September 1951 ini menjadi konsultan manajemen strategis. Menurut mereka, pekerjaan ini cocok dengan kepribadiannya.

Lenita menuruti saran itu dan memberanikan diri untuk mengikuti seleksi di Booz Allen Hamilton Inc. tahun 2002. Ia pun diterima. Klien pertamanya ketika itu adalah Kementerian BUMN yang belum lama terbentuk. Setelah menyelami dan menghayati perannya, ia akhirnya merasakan momen di mana panggilan hatinya sudah menemukan tempat berlabuh. “Feel-nya dapat banget. Konsultan itu platform untuk membangun nation building, sesuai sekali dengan passion saya. Apalagi kebanyakan klien saya adalah perusahaan milik negara, artinya melalui profesi ini saya juga bisa berkontribusi bagi bangsa, sesuai cita-cita awal saya,” imbuhnya. Tahun 2016, Booz Allen Hamilton Inc. diakuisisi oleh PwC. Lenita pun kembali menjadi bagian PwC hingga saat ini.

Untuk menyeimbangi kehidupan pribadi dengan pekerjaan, ia kerap menikmati travellingbersama suami tercinta. Mulai dari mengunjungi tempat-tempat bersejarah hingga yang berbau petualangan di berbagai belahan dunia. “Kalau sedang berlibur di Eropa, saya bersama suami suka mengunjungi museum atau ke tempat-tempat yang memiliki bangunan artistik. Kami juga senang berenang dan diving. Terutama mengeksplorasi keindahan alam bawah laut Indonesia,” katanya yang gemar mengunjungi Pulau Komodo dan suatu saat akan menjelajah alam Raja Ampat.

Bagi perempuan yang juga menyukai fashion ini, traveling adalah obat mujarab untuk melepas penat dan memaknai kata bahagia. Dari sinilah ia bisa menghimpun banyak pengalaman dan ragam budaya. “Hidup jadi makin happy,” kata perempuan yang mengaku jarang ke salon tapi tetap suka tampil fashionable ini seraya tersenyum. 

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close