BERITA

HTDC Ajak Pelaku Bisnis Indonesia Ikuti Pameran di Hongkong

Hongkong dan Indonesia telah memiliki hubungan dagang bilateral yang kuat pada berbagai produk dan layanan selama bertahun-tahun. Bahkan, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) telah menyelenggarakan lebih dari 30 pameran dagang di Hong Kong setiap tahunnya.

Demi meningkatkan hubungan dagang antar negara, HKTDC kembali menggelar pameran dagang internasional 2019 yang kali ini mencakup jam tangan, design pakaian, produk elektronik, produk pencahayaan, produk ramah lingkungan, produk optik serta anggur dan minuman keras.

Direktur HKTDC Indonesia Leung Kwan Ho mengungkapkan, pameran dagang yang bakal dihelat di Hongkong pada September hingga November itu akan mempertemukan para pelaku bisnis untuk membentuk kemitraan dan mengembangkan bisnis bagi perusahaan. Termasuk meningkatkan pertumbuhan bisnis antar dua negara.

“Tujuh pameran internasional akan diadakan di Hongkong awal 2019 yang hadir sebagai platform bagi para pedagang dan pemasok dari Indonesia untuk memperluas jangkauan bisnis mereka,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (28/11).

Ketujuh pameran yang dimaksud antara lain, HKTDC Hong Kong Toys & Games Fair (7 – 10 Januari); HKTDC Hong Kong Baby Products Faor (7 – 10 Januari); Hong Kong International Stationary Fair (7 – 10 January); HKTDC Hong Kong International Licensing Show (7 – 9 Januari); HKTDC Hong Kong Fashion Week for Fall/Winter (14 – 17 Januari); HKTDC Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show (26 Februari – 2 Maret); dan HKTDC Hong Kong International Jewellery Show (28 Februari – 4 Maret).

Melalui pameran tersebut, penyelenggara mendorong semua pembeli, distributor, dan pengecer dari Indonesia untuk datang ke Hong Kong. Leung pun berharap dapat menggaet lebih banyak lagi perusahaan Indonesia untuk berkolaborasi dan mengeksplorasi peluang bisnis mereka, serta mendukung para pelaku bisnis agar berani memasuki pasar global.

Sebagai tambahan informasi, Indonesia merupakan pasar ekspor utama ke-23 Hongkong dengan besaran nilai ekspor USD 1,2 miliar dan sumber impor terbesar ke-23 dengan nilai impor USD 0,9 miliar.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close