BERITA

Bos Damri: Revolusi Mental Membuat Integritas dan Kinerja Perusahaan Menjadi Lebih Baik

Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N Milatia Moemin
Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N Milatia Moemin

Jakarta, Bumntrack.co.id – Direktur Utama Perum DAMRI Setia N Milatia Moemin mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi Perum Damri dalam revolusi mental adalah merubah kultur dari tingkat satu ke tingkat lain yang lebih tinggi.

“Ada beberapa tolak ukur, antara lain dilihat secara finansial berdasarkan kenaikan laba, kontrol pengeluaran, kontrol pendapatan. Sedangkan dari sisi produktifity bisa dilihat adanya kenaikan produktivitas dari revolusi mental yang ditanamkan di setiap lini proses perubuhan,” kata Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N Milatia Moemin kepada Bumntrack di Jakarta, Kamis (5/9).

Menurutnya, revolusi mental sangat penting dalam merubah kultur, bisa membuat kinerja perusahaan lebih baik. “Contoh riilnya adalah rasio antara satu bus dengan jumlah pegawai. Saat ini turun dari 3 menjadi 2. Artinya efisiensi naik, terjadi perubahan sikap yang tadinya menunggu perintah, sekarang lebih inisatif dan berinovasi yang kadang tidak bisa kita lihat. Bahkan integritas, terlihat keinginan untuk membangun bareng-bareng,” jelasnya.

Terkait kinerja keuangan, semester I/2019 masih di bawah kinerja periode yang sama tahun lalu. Rendahnya capaian tersebut antara lain dipengaruhi oleh naiknya tarif pesawat terbang yang berdampak pada menurunnya pengguna angkutan Damri ke bandara.

“Kinerja keuangan semester I/2019 memang masih di bawah RKAP karena terjadi penurunan jumlah penumpang. Salah satunya karena kenaikan harga tiket pesawat terbang beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Menurutnya, pendapatan terbesar dari Perum Damri yaitu pendapatan angkutan Damri ke Bandara Soekarno Hatta. Sedangkan pendapatan terkecil berada di wilayah timur. Namun, untuk wilayah timur, peran Damri sebagai Public Service Obligation sehingga tidak mempertimbangkan untung-rugi. Bahkan ketika terjadi aksi masa di Papua, perum Damri dilindungi masyarakat.

“Kehadiran Damri di wilayah timur, yaitu 3T memang dirasakan masyarakat Papua. Sehingga ketika terjadi aksi massa, masyarakat lokal ikut melindungi aset perum Damri,” jelasnya.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close