BERITA

Silmy Karim: Penurunan Tarif Gas dan Listrik Dorong Daya Saing Industri Baja

Jakarta, Bumntrack.co.id – Wabah Covid-19 masih menjadi ancaman perkembangan sektor ekonomi dan industri Global termasuk Indonesia. Pelemahan makroekonomi telah menurunkan permintaan baja hingga 60 persen serta membuat kegiatan industri dan operasional perusahaan-perusahaan di industri baja menjadi terganggu. Rata-rata utilisasi industri besi dan baja nasional hanya mencapai 43 persen. Bahkan beberapa produsen telah menutup produksinya karena rendahnya utilisasi hingga mencapai 20 persen dan berpotensi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pemerintah melalui Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 89K/10/MEM/2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri (KEPMEN ESDM 89K/2020). PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PTKS) menyelenggarakan webinar dalam rangka upaya mempertahankan kelangsungan usaha industri baja dalam negeri yang saat ini terdampak pandemi COVID-19 khususnya melalui implementasi KEPMEN ESDM 89K/2020 secara menyeluruh serta adanya kebijakan khusus penurunan harga tarif dasar listrik untuk mendukung kelancaran operasional industri baja baja nasional.

Wakil Menteri BUMN I, Bapak Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka melindungi seluruh industri, termasuk BUMN yang terdampak COVID-19 seperti PTKS agar tetap mampu meningkatkan daya saingnya.

“Kementerian BUMN akan selalu mendukung terhadap peningkatan daya saing industri nasional dengan mendorong percepatan agar BUMN penyedia gas maupun listrik dapat segera merealisasikan pemberlakuan harga gas dan listrik khususnya bagi industri serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri khususnya untuk proyek – proyek di lingkup BUMN,” kata Wakil Menteri BUMN I, Bapak Budi Gunadi Sadikin dalam teleconference di Jakarta, Senin (15/6).

Direktur Utama PTKS, Silmy Karim menyampaikan dalam kaitannya dengan kebijakan pemberlakuan harga gas, dukungan Pemerintah melalui implementasi KEPMEN 89K/2020 secara menyeluruh sangat dibutuhkan industri baja nasional.

“Industri baja termasuk salah satu industri yang mendapatkan penyesuaian harga gas menjadi sebesar USD 6 per MMBTU. Hal ini sangat dibutuhkan dan memiliki peran yang penting bagi industri baja karena secara signifikan dapat menekan biaya produksi,” terangnya.

Mewabahnya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada kegiatan operasional dan produksi di sektor besi dan baja, sehingga penurunan harga energi seperti gas yang merupakan salah satu komponen biaya terbesar, tentu akan mampu memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri baja nasional khususnya dalam situasi bisnis saat ini yang sangat memprihatinkan akibat dampak COVID-19.

Terkait dengan biaya listrik, kebijakan atas energi listrik untuk industri masih perlu penyempurnaan agar sesuai dengan harapan dari para pelaku industri, antara lain terkait dengan relaksasi pembayaran rekening listrik industri melalui penghapusan rekening minimum pemakaian 40 jam nyala, pemberian diskon tarif listrik, keringanan biaya paralel fee dan pajak PPU.

“Sehubungan biaya listrik menjadi salah satu komponen utama yang berpengaruh besar terhadap biaya produksi dan daya saing produk baja nasional. Maka sangatlah penting untuk mencari solusi secara bersama agar produk baja nasional dapat berdaya saing dan industri baja dapat selamat dari dampak buruk COVID-19,” terangnya.

Menurutnya, pertemuan antara pelaku industri dengan Pemerintah ini sangat baik dan penting untuk dilakukan, sehingga Pemerintah yang memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan dapat memperoleh masukan dan kondisi terkini dari pelaku industri secara langsung. “Serta dalam kesempatan ini Pemerintah dapat merespon dan menjelaskan berbagai kebijakan yang sudah diambil dan akan diambil dalam rangka perbaikan dan menyiapkan langkah antisipasi atas apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang,” pungkasnya.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button