Page 82 - Edisi Januari 2020
P. 82

lensa









                                          ANAK CUCU


              PERUSAHAAN BUMN





                      ulan Januari 2020 adalah masa-masa   semua BUMN mempunyai bisnis hotel. Sebagian
                      sibuk buat Pertamina. Menteri BUMN   besar juga memiliki rumah sakit. Belasan BUMN
                      Erick Thohir memberikan tenggat   mempunyai anak usaha yang bergerak di bidang
              Bwaktu 1 bulan terhadap Komisaris   penyediaan air minum kemasan.
              Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok   Bahkan ada anak perusahaan yang bergerak
              untuk menyampaikan data lengkap mengenai 142   di bidang catering dan laundry. Ini yang membuat   Oleh:
              anak usaha perseroan.             pihak swasta iri betul dengan perusahaan plat   Akhmad Kusaeni
                 Penyampaian data tersebut diperlukan,   merah, karena semua sektor bisnis, --termasuk   Pemimpin Redaksi
              karena Erick tak mengetahui bidang apa saja yang   yang kecil-kecil seperti bisnis cucian--, sudah   BUMN TRACK
              dikerjakan anak usaha Pertamina itu. Erick berniat   dirambah BUMN dan anak perusahaan perseroan.
              membenahi anak dan cucu perseroan. Jika tidak   Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin)   No.40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Umum
              jelas dan menggerogoti induknya, Erick berjanji   Indonesia Rosan P. Roeslani menilai BUMN   (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional Antara.
              akan menggabungkan (merger) atau bahkan   berekspansi terlampau jauh dengan memiliki anak,   Proses legal drafting bertele-tele dan memakan
              menutupnya (likuidasi). Ini berlaku bukan hanya   cucu, hingga cicit usaha yang tidak sesuai bisnisnya.   waktu lebih dari setahun. Satu pasal atau bahkan
              untuk Pertamina, tapi semua BUMN.  Itu bisa mematikan Usaha Mikro, Kecil, dan   satu ayat harus diperdebatkan selama berhari-hari
                 Untuk melaksanakan janjinya, Erick   Menengah (UMKM) karena anak cucu cicit BUMN ini   oleh lebih dari lima instansi yang masing-masing
              bergerak cepat. Ia membuat Keputusan Menteri   mengambil banyak porsi swasta dan UMKM.   mempertahankan kepentingan ego sektoralnya.
              BUMN No. SK-315/MBU/12/2019 tentang   Sudah pasti rencana penertiban anak   Saya masih ingat ketika pembahasan
              Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan   cucu perusahaan BUMN mendapat sambutan   Rancangan PP itu mengalami jalan buntu dan
              Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik   positif. Publik menanti gebrakan Menteri BUMN   tidak ada instansi yang mau mengalah, Asro Kamal
              Negara. Penataan itu untuk mengkonsolidasikan   selanjutnya. Meskipun sulit prosesnya, karena   Rokan, Pemimpin Umum LKBN Antara waktu itu,
              anak perusahaan dan perusahaan patungan   proses merger dan likuidasi BUMN masih menjadi   sempat menggebrak meja.
              yang memiliki fokus bisnis sejenis.   kewenangan Menteri Keuangan berdasarkan PP   Sambil menahan tangis, Asro meminta semua
                 Selama penataan itu, Erick menghentikan   No. 41/2003 tentang pelimpahan wewenang   pihak tidak terus menerus berkutat pada pendirian
              sementara (moratorium) pembentukan anak   dari Kementerian Keuangan kepada Kementerian   dan kepentingannya, melainkan mendukung
              perusahaan atau perusahaan patungan plat   Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  kantor berita perjuangan yang didirikan oleh
              merah. Selama ini, jumlah anak cucu perusahaan   Menurut PP tersebut, Kementerian BUMN   pendiri republik Adam Malik berubah status badan
              BUMN bejibun tak terkendali. Belum ada data   tak punya andil untuk menyatukan atau menutup   hukumnya dari Lembaga menjadi Perum.
              pasti berapa total jumlahnya, namun diperkirakan   anak usaha milik BUMN. Masalah ini ada di tangan   ”Kalau Tuhan saya membolehkan saya
              mencapai 800 perusahaan.          Kementerian Keuangan. Kementerian BUMN   mencium kaki saudara-saudara supaya ayat ini
                  Bayangkan, PT Krakatau Steel memiliki 60 anak   diberi kekuasaan untuk kelola BUMN, tapi sebatas   bisa disetujui, saya cium kaki bapak dan ibu,” ujar
              usaha, sementara utangnya menumpuk hingga Rp   manajerial sementara keuangan masih di Menkeu.  Asro yang membuat peserta rapat tercengang
              40 triliun. Garuda Indonesia yang juga bermasalah   Jadi, kalau Erick Thohir mau menggabungkan   dan mengakhiri ego sektoralnya.
              ternyata memiliki 26 anak usaha seperti Citilink   atau melikuidasi BUMN perlu diubah dulu PP-nya.   Saya menceritakan kisah ini untuk
              Indonesia, GMF AeroAsia, Gapura Angkasa, Aero   Dalam PP tersebut, ada empat kewenangan yang   memberi gambaran betapa sulitnya membuat
              Wisata dan Aerofood Indonesia.    tidak dilimpahkan kepada menteri BUMN, yaitu   sebuah Peraturan Pemerintah, apalagi PP yang
                 Bahkan ada salah satu cucu perusahaan   akuisisi, merger, likuidasi dan privatisasi.   mengambil alih kewenangan dari Kementerian
              Garuda, PT Garuda Tauberes Indonesia sempat   Di situlah hambatannya. Membuat atau merubah   Keuangan kepada Kementerian BUMN seperti PP
              membuat publik ramai karena baru diketahui   sebuah Peraturan Pemerintah tidak gampang dan   No.41 Tahun 2003.
              oleh Kementerian BUMN dan namanya seolah   membutuhkan waktu lama, karena menyangkut   Tapi mesti sulit, bukan berarti itu satu hal yang
              main-main: Tauberes.              kementerian dan instansi terkait yang berbeda-beda.  mustahil. Hanya Kitab Suci saja yang tidak bisa
                 Anak cucu perusahaan BUMN juga banyak   Sebagai contoh, pengalaman saya menjadi   diubah, yang lain buatan manusia bisa diubah dan
              yang tidak sesuai dengan bisnis intinya. Hampir   anggota tim penyusunan Peraturan Pemerintah   diganti. Apalagi sekedar Peraturan Pemerintah!


              82     |     BUMN Track     |     No. 144 TAHUN XIII JANUARI 2020



       LENSA.indd   82                                                                                            1/14/20   1:29 PM
   77   78   79   80   81   82   83   84