BERITA
Trending

Berjibaku Lawan Pandemi, BTN Tetap Merajai Sektor Properti

Bank BTN mendominasi pangsa pasar KPR nasional dengan penguasaan sebesar 85,3% per tahun 2020.

Pandemi Covid-19 yang nyaris setahun belakangan ini melanda Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Tak hanya mengubah tatanan kehidupan secara tiba-tiba, pandemi yang disebabkan oleh corona virus itu turut menghantam perekonomian tanah air, bahkan dunia. Selama tiga kuartal beruntun, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus. Secara total, sepanjang 2020 pertumbuhan tersebut minus 2,07% year on year.

Meski begitu, pemerintah dinilai cukup berhasil mengendalikan gejolak ekonomi yang muncul. Hal ini tercermin pada angka realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal IV-2020 yang walaupun masih mengalami kontraksi sebesar minus 2,19%, namun angka ini jauh lebih baik dibandingkan realisasi kuartal II dan III-2020 yang masing-masing minus 5,32% dan 3,49%.

Dalam rangka memastikan program pemulihan ekonomi terus bergerak, pemerintah mendorong BUMN untuk meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional sesuai dengan sektor yang digeluti. Bank BTN, yang unggul dalam pembiayaan properti juga mendapat tugas khusus dari Kementerian BUMN untuk menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional di sektor pembiayaan properti.

Mandat ini cukup beralasan, mengingat pembiayaan properti merupakan urat nadi bagi keberlangsungan sektor properti dan turunnya yang mencapai 172 industri. Selama 77 tahun berdiri, tidak kurang dari Rp 640 triliun kredit telah dikucurkan Bank BTN kepada lebih dari 5 juta masyarakat di Indonesia dari seluruh segmen. Pencapaian ini menjadikan Bank BTN mendominasi pangsa pasar KPR nasional dengan penguasaan sebesar 85,3% per tahun 2020.

Melihat pencapaian tersebut, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo meyakini, Bank BTN mampu menjalankan peran strategis sebagai lokomotif pemulihan ekonomi seperti yang diharapkan oleh Kementerian BUMN. Program ini akan mulai terakselerasi pada triwulan III 2021, meskipun ekonomi baru akan benar-benar pulih pada tahun 2022.

Menurutnya, kekuatan ini harus terus diperluas pada ekosistem value chain mortgage maupun customer based, apalagi, modal Bank BTN cukup kuat dengan bertahan di sektor pembiayaan properti. “Integrasi antara mortgage driven growth dikaitkan dengan ekosistem mortgage saya rasa akan mendapatkan customer based yang stabil dan kemudian ekosistem dari developernya. Bisnis BTN yang berpusat pada pembiayaan perumahan dapat berjalan asalkan tekun menangkap aliran transaksi dalam ekosistem perumahan,” ungkap Kartika.

Menaggapi hal tersebut, PLT Dirut BTN, Nixon LP Napitupulu mengutarakan, demi mengoptimalkan kontribusi BTN bagi perekonomian nasional, Pemerintah melalui Kementerian PUPR kembali memberikan kepercayaan bagi BTN untuk menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp 8,73 triliun di tahun 2021. Dana ini akan disalurkan pada segmen Masyarakat Berpengasilan Rendah (MBR) yang terdiri dari KPR subsidi konvensional sebesar Rp 7,76 triliun dan subsidi syariah Rp 965 triliun dengan total unit 81.000 unit hunian.

Selanjutnya, pada awal Februari 2021, BTN juga mendapat mandat dari Kementerian PUPR untuk menyalurkan subsidi bagi MBR dengan skema Kredit Pemilikan Rumah Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR-BP2BT) sebesar Rp40 juta per unit rumah yang dapat meringankan MBR dalam memiliki hunian impian.
Sementara dalam memperkuat likuiditas, tahun lalu BTN mendapat penempatan dana pemerintah sebesar Rp 10 triliun dalam dua tahap penyaluran.

Dalam tempo singkat BTN mampu me-leverage dana tersebut hingga tiga kali lipat atau Rp 30 triliun untuk pembiayaan hunian yang tujuannya membantu pemulihan ekonomi nasional. “Harapan pemerintah terhadap BTN dipandang sebagai sebuah amanah besar yang harus dijawab dengan mengakselerasi pertumbuhan kinerja. Persiapan dan perencanaan strategi bisnis pun menjadi sebuah keharusan,” tegas Nixon.

BTN telah menyusun peta jalan (road map) serta Rencana Bisnis Bank yang menjadi strategi sekaligus memandu proses transformasi BTN sebagai “The Best Mortgage Bank in South East Asia” pada tahun 2025. Roadmap tersebut diantaranya upaya peningkatkan low-cost funding hingga dua kali lipat menjadi Rp270 triliun, mendorong keterjangkauan akses perumahan bagi lebih dari enam juta masyarakat Indonesia serta membangun one stop shop financial solution untuk bisnis terkait perumahan.

Lebih lanjut, BTN berkomitmen menjadi inovator digital dan home of Indonesia’s best talent serta membangun portofolio kredit yang berkualitas tinggi dan menurunkan rasio kredit macet. “Road map disusun dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, diantaranya realisasi kinerja Bank BTN tahun 2020, lalu asumsi makro ekonomi yang berpotensi makin membaik dengan tingkat pertumbuhan 5,0%-5,5%,” ujarnya.

Dengan mengacu pada keyakinan geliat ekonomi tersebut, Nixon optimistis proyek perumahan akan kembali berjalan baik, apalagi adanya dukungan perkembangan teknologi digital yang makin memudahkan akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, serta budaya berkegiatan di rumah yang akan jadi pendorong masyarakat segera memiliki hunian sendiri. Sebelumnya, ia menegaskan bahwa pada tahun 2021 Bank BTN masih terus memperkuat porsi inovasi dan digitalisasi.

Laba Meroket
Sembari berjibaku melawan tekanan pandemi, Bank BTN berhasil menutup tahun 2020 dengan kinerja gemilang. Bank yang terdepan di sektor kredit perumahan ini berhasil meraih perolehan laba bersih yang meroket 665,71% dibanding tahun lalu (year-on-year/yoy), yakni senilai Rp1,60 triliun pada kuartal IV/2020, jauh melampaui perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp209 miliar.

Lompatan laba bersih ini ditopang oleh lima strategi utama perseroan yakni memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis, penguatan permodalan dan pendanaan. Selain itu, kami juga akan meningkatkan kualitas kredit dan menggenjot efisiensi.

Dalam laporan keuangannya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 atau naik 8,63% yoy menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan positif tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29% yoy menjadi Rp234,78 triliun per kuartal IV/2020.

Kualitas kredit bank yang menginjak usia 71 tahun pada 9 Februari lalu ini juga mencatatkan tren membaik. Per 31 Desember 2020, Non Performing Loan (NPL) Bank BTN tercatat sebesar 2,06% atau turun 90 bps dari 2,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBTN menguat dengan cost of fund (CoF) yang membaik dengan pertumbuhan signifikan sebesar 23,84% yoy dari Rp225,4 triliun pada kuartal IV/2019 menjadi Rp279,13 triliun di periode yang sama tahun lalu. Permodalan Bank BTN juga makin tebal dengan penerbitan Junior Global Bond yang diterbitkan pada awal 2020. Dengan peningkatan di seluruh lini bisnis tersebut, aset Bank BTN tumbuh 15,85% yoy menjadi Rp361,20 triliun pada kuartal IV/2020. Posisi tersebut naik dari Rp311,77 triliun di kuartal IV/2019.

Sejalan dengan proyeksi positif pada sektor properti yang ditopang oleh prospek perbaikan ekonomi nasional, Bank BTN membidik pertumbuhan laba bersih tahun 2021 pada kisaran Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun atau naik sekitar 50%-70%. Untuk mencapai target tersebut, BBTN menargetkan kredit dan DPK tumbuh pada kisaran 7%-9%.

Nixon menjelaskan, proyeksi peningkatan laba bersih tersebut banyak ditopang oleh penghematan biaya serta mengandalkan penguatan digital untuk mendorong efisiensi dan fee based income (FBI). Ke depan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 8% dengan laba menembus sekitar Rp3 triliun dan rasio coverage sekitar 125%.

Peseroan juga berkomitmen untuk tetap mengutamakan sektor pembangunan perumahan sebagai core business yang dapat membawa dampak ekonomis bagi 174 industri turunan lainnya, sehingga turut bermanfaat bagi perekonomian nasional. “Kami optimis dapat memainkan peran dengan baik sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Pencapaian tahun 2020 yang diraih dengan kerja keras akan menjadi fundamental penting dalam menentukan transformasi Bank BTN tahun 2021,” pungkas Nixon.

Artikel Terkait

Back to top button