BERITA

Branding and Marketing Award 2020, Omni Channel Sebagai Alat Ukur Keberhasilan Bisnis

Jakarta, Bumntrack.co.id – Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan sebagian besar perekonomian dunia memunculkan kesadaran bersama akan pentingnya redesain strategi bisnis dan bahkan redesain bisnis itu sendiri. Omni Channel menjadi salah satu jawaban, khususnya dalam lingkup branding dan marketing. Omni Channel pada Branding dan Marketing tidak hanya sekedar memanfaatkan online dan offline channel untuk berkomunikasi dan bertransaksi, tetapi juga mengoptimalkan omni channel untuk menjalankan bisnis, memenuhi keinginan pelanggadan memenangkan persaingan. Omni Channel juga menjadi alat ukur keberhasilan bisnis itu sendiri.

“Saat ini branding tidak sekedar image, marketing tidak hanya menyakinkan konsumen untuk membeli produk. Sehingga pada tahun ke-8 ini, kita menekankan pentingnya Omni channel. Khususnya dilingkup branding dan marketing channel,” kata CEO Bumntrack, SH Sutarto di Jakarta saat sosialisasi Branding dan Marketing Award ke-8 tahun 2020 di Jakarta, Selasa (8/9).

Berdasarkan kesadaran tersebut, BUMN Branding and Marketing Award kali ini mengangkat tema “Optimizing Omni Channel on Branding and Marketing”. Integrasi offline dan online di BUMN merupakan sebuah keniscayaan, baik bagi BUMN yang bisnisnya berorientasi B-to-C, B-to-B, B-to-G maupun B-to-Global yang sekarang sedang digalakkan oleh Kementerian BUMN RI.

BUMN Branding and Marketing Award ke-8 pada tahun 2020 yang diselenggarakan oleh BUMN Track bekerjasama dengan Arrbey Consulting berdasarkan tema dan situasinya di era pandemi Covid-19 juga akan mengoptimalkan pendayagunaan online dan offline channel untuk meningkatkan efektivitas dan manfaatnya. Proses sosialisasi, penjaringan dan penjurian BUMN Branding and Marketing Award ke-8 akan dilakukan secara omni channel.

Penjurian OMNI Channel pada BUMN Branding and Marketing Award ke-8 tahun 2020, dilakukan melalui dua tahapan yaitu online dan offline. Penjurian secara online dilakukan secara terbuka, sekaligus untuk memberi kesempatan pada tiap peserta untuk mem’branding’ dan me’marketing kan perusahaan dan/atau poroduknya kepada publik melalui sarana webinar dan komunikasi memanfaatkan media sosial. Sedangkan Penjurian secara offline seperti tahun-tahun sebelumnya dilakukan melalui dialog dan wawancara secara langsung dan dimungkinkan menggunakan sarana komunikasi.

“Penjurian online tidak ada bantai-membantai, silahkan paparkan semua keunggulan masing-masing, tidak usah pakai teori-teori yang rumit. Jelaskan saja yang enak-enak, santai, dan yang terbaik,” kata Handito Joewono, Chief Strategy Consultant Arrbey.

Menurutnya, penjadwalan lebih lanjut terkait penjurian offline nanti akan diatur oleh panitia. Penjurian kali ini menggunakan sistem penilaian berdasarkan AIUEO Principles on Branding and Marketing yang meliputi lima kriteria utama yaitu: Anywhere, Integratated, User Friendly, Exceed Expectations dan Omni Channel Performance.

“Tolong Omni channelnya disampaikan secara rinci, CMO boleh gaptek, tapi kalo anak buahnya bisa mengemas secara bagus, silahkan,” jelasnya.

Setelah dibuka pendaftaran dan sososialisasi, proses selanjutnya akan dilakukan penjurian online yang dilakukan setiap hari Jumat Pukul 14.00-17.00 WIB (untuk 3 perusahaan peserta per hari, Pukul 14.00-15.00, 15.00-16.00, 16.00-17.00 WIB).

Untuk diketahui, Penganugerahaan penghargaan BUMN Branding and Marketing 2020 akan dilakukan di Jakarta sebagai bentuk rangka publikasi terhadap perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN di Indonesia. Setelah sosialiasi, pengisian Kuesioner oleh peserta Marketing dan Branding akan dimulai dari 8 September – 6 Oktober 2020, kemudian dilanjutkan dengan penjurian Online.

Dewan Juri terdiri dari Ketua Dr. Sugiharto S.E., M.B.A – Menteri BUMN tahun 2004 – 2007 dan Dewan Pakar BUMN Track. Sedangkan Sekretaris Dewan Juri yaitu Dr. Handito Joewono (Chief Strategy Consultant Arrbey). Untuk Anggota dewan juri yaitu Daniel Surya (Executive Chairman WIR Group), Agus Nurudin (Managing Director Nielsen Indonesia), Harris Thajeb (NON Executive Chairmant DAN Indonesia, Dentsu Aegis Network), Prof. Dr. PM. Budi Haryono (Guru Besar Universitas Kristen Krida Wacana), Final Prajnanta (CEO Multinational Company (ADAMA) dan Praktisi Marketing), Glenn Sompie (Senior Partner Arrbey Consulting Arrbey), SH Sutarto (CEO BUMN Track) dan Ahmed Kurnia (BUMN Track Consulting).

Show More

Artikel Terkait

Back to top button