BERITA
Trending

Dukung Peningkatan Ekosistem Pangan Nasional, Berdikari Hadirkan Sapi Bakalan Berkualitas

BUMN Peternakan yang tengah menggencarkan kampanye #IndonesiaBergizi, PT Berdikari (Persero), mendatangkan sapi bakalan berkualitas. Terkait hal tersebut, Berdikari telah bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok pada 4 Oktober 2021 sore dengan pelepasan pengiriman oleh Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara, Direktur Operasional Berdikari Muhammad Hasyim, Direktur PT Berdikari United Live Stock Irman Yasin Limpo, dan Direktur Utama PT Berdikari Logistik Indonesia Iman Gandi untuk ke beberapa fasilitas di Pulau Jawa. 

Sapi bakalan Berdikari diterima pada fasilitas Cattle Farm Jatitujuh yang merupakan fasilitas hasil sinergi Berdikari sebagai anggota BUMN Klaster Pangan melibatkan Berdikari United Livestock, dan PT PG Rajawali II. Sapi bakalan yang dikelola pada fasilitas Cattle Farm Jatitujuh ditinjau bersama oleh Asisten Deputi IPP Kementerian BUMN RI Zuryati Simbolon, Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi, dan jajaran manajemen dari Berdikari, Berdikari Logistik Indonesia, dan PG Rajawali II pada Rabu ini (6/10).

Selain disalurkan ke berbagai lokasi di Pulau Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok, sapi bakalan Berdikari juga akan dibongkar muat di Pelabuhan Pare-Pare untuk dilakukan penggemukan pada peternakan Berdikari United Livestock di Sidrap, Sulsel.

“Kedatangan sapi bakalan ini adalah salah satu upaya Berdikari untuk meningkatkan kemampuan kompetitif sebagai BUMN Peternakan yang tidak hanya hadir bagi masyarakat tetapi juga berkontribusi bagi negara. Dalam waktu dekat, kami juga akan berkonsentrasi pada pengembangan peternakan sapi indukan melalui anak usaha kami, Berdikari United Live Stock,” ungkap Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara di sela kegiatan santunan anak yatim, doa bersama, dan juga tinjauan manajemen ke fasilitas Cattle Farm Jatitujuh.

Fakta sebelumnya, kebutuhan daging sapi di Indonesia terus meningkat, di mana pada tahun 2021 diperkirakan menjadi hampir 700 ribu ton. Untuk menyeimbangkan populasi sapi bakalan dan sapi indukan di Indonesia, utamanya pada bidang sapi potong, Berdikari segera mendatangkan sapi indukan, sekaligus sebagia wujud dukungan program desa korporasi sapi yang dicanangkan oleh Kementan RI.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, berjalannya kembali aktivitas bisnis penggemukan sapi melalui sinergi RNI dengan Berdikari tidak terlepas dari upaya perusahaan melakukan optimalisasi aset fasilitas kandang sapi yang berlokasi di HGU PT PG Rajawali II unit PG Jatitujuh.

“Gagasan awal penggemukan sapi terintegrasi yang dijalankan adalah menjaga rantai pasok melalui optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki. Hal ini sangat mungkin dijalankan mengingat lokasi cattlefarm berada di tengah-tengah perkebunan tebu yang kaya akan hijauan dan produk samping hasil pengolahan tebu. Selain itu, limbah dari aktivitas peternakan juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk bagi perkebunan,” ujarnya.

Arief menekankan, tujuan pengembangan bisnis peternakan ini tidak terlepas dari upaya BUMN Klaster Pangan dalam menjaga stabilitas harga daging di tingkat masyarakat. Untuk memastikan hal tersebut maka pihaknya telah menyiapkan skema bisnis penggemukan sapi yang terintegrasi dengan pola end to end untuk pengamanan infrastruktur bisnis dari hulu hingga hilir.

“Bertambahnya portfolio bisnis BUMN Klaster Pangan semakin mempertegas komitmen kami untuk berkontribusi menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Back to top button