BERITA

Empat Tahun Transformasi, Jasa Marga Tingkatkan Implementasi GCG

Jakarta, BUMN TRACK – PT Jasa Marga (Persero) Tbk selama empat tahun transformasi telah mengukir capaian dan kontribusi positif. Mulai dari upaya transformasi tata kelola di Kementerian BUMN dan BUMN guna menguatkan DNA korporasi kelas dunia, menjalankan Gerakan Bersih- Bersih BUMN hingga membuahkan hasil peningkatan kinerja BUMN yang semakin menggembirakan.

“Transformasi adalah keharusan untuk menjadikan BUMN semakin sehat, tangguh, profesional, kompetitif dan berkelas dunia. Ini penting karena BUMN adalah benteng ekonomi dan lokomotif kemajuan,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (24/10/23).

Agar BUMN dapat lebih optimal dalam melayani masyarakat, menjadi penyeimbang pasar, memberikan dampak sosial dan menghasilkan pendapatan bagi negara.

Selama empat tahun bertransformasi untuk Indonesia Maju, Jasa Marga berkomitmen mengelola jalan tol berkelanjutan, dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan dan menjalankan proses bisnis sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan pemenuhan praktik Good Corporate Governance (GCG).

“Hal ini tercermin dalam optimalisasi pelayanan beyond Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dapat dirasakan pengguna jalan melalui implementasi teknologi digital, salah satunya teknologi Intelligent Transportation System (ITS) untuk mengelola pelayanan jalan tol terintegrasi, sekaligus menjadi pusat informasi lalu lintas. Tidak hanya digunakan petugas Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), implementasi ITS terdapat dalam super-app Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) yang dapat diakses pengguna jalan melalui aplikasi mobile Travoy agar dapat mengakses informasi terkini di jalan tol Jasa Marga Group melalui smartphone,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur.

Jasa Marga terus mencatatkan kinerja positif ditahun 2023, salah satunya peningkatan volume lalu lintas harian rata-rata sampai dengan triwulan III tahun 2023 di jalan tol milik Jasa Marga Group. Hingga September 2023, realisasi lalu lintas harian (LHR) Jasa Marga Group mencapai 3,5 juta kendaraan setiap harinya, angka ini naik sebesar 3,71% dibandingkan LHR normal sebelum pandemi COVID-19 di bulan Februari tahun 2020.

“Tiga ruas Jalan Tol Jasa Marga Group dengan LHR tertinggi periode Triwulan III Tahun 2023 (Januari-September) antara lain Jalan Tol Dalam Kota dengan total volume lalu lintas 541 ribu kendaraan, Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan total volume lalu lintas 452 ribu kendaraan dan Jalan Tol Jagorawi dengan total volume lalu lintas 411 ribu kendaraan. Bangkitan volume lalu lintas menunjukkan aktivitas masyarakat kembali normal yang berdampak positif pada pertumbuhan sektor perekonomian,” ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana.

Dalam mengelola seluruh proses bisnisnya, Jasa Marga berkomitmen selalu menjunjung tinggi integritas, prinsip transparansi, profesionalisme serta selalu berpedoman kepada prinsip GCG dan implementasi Tata Nilai AKHLAK. Sejak tahun 2020, Perseroan mengimplementasikan SNI ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP). Di samping itu, Perseroan juga melaksanakan Pengendalian dan Pengelolaan Gratifikasi.

Selain itu, Jasa Marga juga terus melanjutkan kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) sebagai upaya mengoptimalkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan bisnis sebagai BUMN yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol, serta meminimalisir risiko hukum yang menghambat kinerja Perseroan, terlebih lagi saat ini terdapat sejumlah proyek strategis nasional yang tengah dikerjakan Perusahaan.

Sebagai alternatif pendanaan infrastruktur jangka panjang, Jasa Marga telah menerbitkan sejumlah pendanaan berbasis ekuitas, mulai dari Sekuritisasi, Project Bond, Komodo Bond, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas sejak tahun 2017.

Di tahun 2022, Jasa Marga melanjutkan program asset recycling sebagai strategi korporasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnis Perseroan dengan membentuk sub holding PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melalui Spin-off (pemisahan) yang dilanjutkan dengan kegiatan equity fundraising melalui PT JTT sebagai tindak lanjut untuk mendapatkan alternatif pendanaan baru berbasis ekuitas.

Hingga Triwulan III Tahun 2023, Jasa Marga mengelola total panjang tol operasi hingga 1.260 Km dengan total konsesi mencapai 1.736 Km. Dalam mengelola proyek jalan tol baru yang ditargetkan selesai secara bertahap pada 2022-2025, Jasa Marga berkomitmen mengimplementasikan prinsip GCG untuk sejumlah proyek yang tengah berjalan yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

Artikel Terkait

Back to top button