BERITA

FISIP Unsoed Gelar FGD Strategi Penanggulangan Covid-19 Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, Bumntrack.co.id – Gelombang pandemi Covid-19 pertama belum reda, saat ini mutasi baru virus corona sudah mulai menyebar. Namun, hingga saat ini belum ada bukti varian baru virus corona ini muncul di Indonesia. Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih meneliti mutasi virus ini, termasuk apakah masih bisa berkembang jika seseorang sudah mendapatkan vaksin corona.

“Indonesia belum reda menghadapi serangan gelombang pertama, negara lain sudah menghadapi serangan gelombang kedua, yaitu mutasi varian baru virus corona yang diberitakan 71 persen lebih menular daripada pendahulunya. Virus yang terus bermutasi ini, beradaptasi dengan lingkungan barunya dan menguatkan senjatanya, membuat makin kedodoran sistem pertahanan tubuh,” kata Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed, Indaru Setyo Nurprojo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/2).

Menurutnya, penanganan Covid-19 tak dapat hanya bergantung pada upaya kesehatan (vaksinasi dan pengobatan). Masyarakat harus merespons Covid-19 dengan tepat, melalui perilaku yang dikenal sebagai 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir). “Perilaku ini secara ilmiah terbukti efektif menekan resiko penularan hingga 99 persen,” kata Koordinator Sistem Informasi Unsoed, Alief Einstein.

Dalam rangka meningkatkan wawasan, FISIP Unsoed bekerja sama dengan Kemenko Perekonomian menyelenggarakan Diskusi dengan Tema, “Strategi Penanggulangan Covid-19 dalam Mendorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional” bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Raden Pardede, Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Ir. Suwarto, Dekan FISIP Unsoed Jarot Santoso, Reza Yamora Siregar (Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), Ferry Irawan (Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Slamet Rosyadi (Koordinator Program Studi S2 Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIP Unsoed, dan Siswanto (Kepala Bappedalitbang Kabupaten Purbalingga),

Sebelumnya, Kemenkes dan Kemenristek BRIN sebelumnya juga telah membentuk tim untuk melacak varian baru virus corona di Indonesia yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, yang terbukti lebih cepat menular.
Tim surveilans genom ini dibentuk untuk mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan dan pelacakan kasus untuk pencegahan dan penanganan COVID-19.

“Untuk bisa lebih memahami tidak hanya karakter virus corona COVID-19, tapi juga mutasi yang mulai banyak terjadi, maka Kemenkes, Kemristek/BRIN sepakat untuk melakukan genomic surveilans,” kata Menristek Bambang Brodjonegoro, Jumat (8/1).

Artikel Terkait

Back to top button