BERITA

Ini Hasil Sinergi SMF dan PNM Bagi UMKM Indonesia

Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam kunjungan kerja, Komisi XI DPR RI membahas monitor dan evaluasi pilot project pembiayaan perumahan mekaar dalam program HOME di KPPBC Tanjung Mas, Semarang. Kunjungan kerja yang dihadiri oleh Musthofa selaku ketua tim didampingi oleh Arief Mulyadi selaku Direktur Utama PNM. Kolaborasi pilot project antara PT SMF (Persero) dengan PNM utamanya ditujukan untuk menyediakan pembiayaan perumahan bagi segmen non fixed income melalui skema pembiayaan mikro perumahan.

“Sekarang kebetulan didukung SMF yang punya tugas membantu pengadaan perumahan masyarakat. Kami bekerjasama dengan SMF untuk perbaikn rumah, yang bahkan mungkin kepemilikan rumahnya dan pembiayaan produktif dari kami. Jadi ini wujud kehadiran negara untuk masyarakat luas, khususnya untuk keluarga praserjahtera dan rentan sejahtera,” kata Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM di Jakarta, Selasa (5/10).

Selain berdialog, Mustofa dan beberapa anggota dewan komisi XI DPR RI mengunjungi dan mencoba beberapa produk dari lumpia buatan Ibu Siti Nur Zubaedah hingga membatik oleh Ibu Titik Martinah. Mustofa pun tidak lupa memberikan ibu-ibu nasabah apresiasi dan memberikan motivasi untuk terus semangat mengembangkan usahanya dan semakin mensejahterkan keluarganya.

“Saya awalnya usaha macam-macam. Orang tua jualan nasi, saya ikut jualan nasi. Saya juga jualan gorengan keliling. Alhamdulillah, sekarang saya bisa menjadikan rumah saya sebagai tempat jual oleh-oleh,” ujar Ibu Siti Nur Zubaedah.

Menurut ibu-ibu nasabah PNM mekaar yang sudah merasakan program HOME, program HOME hasil sinergi PT SMF (Persero) dengan PNM ini dampaknya sangat dirasakan untuk kemajuan usaha nasabah awal mula tidak memiliki warung yang layak dengan adanya HOME, mereka mampu memiliki warung yang layak.

Sebagai informasi, hingga 1 Oktober 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 91,93 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 10,8 jt nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.675 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.

Artikel Terkait

Back to top button