BERITA

Ini Pesan Menteri PPA kepada AO PMN di Seluruh Indonesia

Jakarta, Bumntrack.co.id – Ketimpangan gender di Indonesia masih terlihat dalam indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan gender, dan juga indeks pemberdayaan gender. Ketimpangan yang terjadi bukan karena perempuan lemah, melainkan karena konstruksi sosial patriarki, yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari laki-laki.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada PT PNM (Persero) yang telah memberikan dukungan kepada Kementerian PPPA melalui program bantuan bagi perempuan prasejahtera. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh banyak perempuan khususnya bagi para nasabah PNM yang mengikuti acara ini,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) khusus untuk memperingati Hari Kartini di Jakarta, Sabtu (24/4).

Menurut Bintang, ketimpangan gender di Indonesia sudah sepatutnya menjadi perhatian karena upaya menuju kesetaraan gender telah diperjuangkan jauh sebelum Indonesia merdeka. “Ketimpangan bukan karena perempuan lemah, melainkan karena konstruksi sosial patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari laki-laki,” tambahnya.

Hal tersebut menutup akses bagi perempuan terhadap berbagai hal sehingga sulit ikut berpartisipasi dan menentukan arah pembangunan bahkan menikmati manfaat dari pembangunan. Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan era serba digital, teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat. Berdasarkan data statistik telekomunikasi Indonesia oleh BPS, persentase rumah tangga yang mengakses internet meroket dari 41,98 persen pada 2015 menjadi 73,75 persen pada 2019.

“Seluruh hal akan saling terkoneksi melalui internet, bahkan akan semakin menggeser manusia dalam ketenagakerjaan. Atas dasar fakta-fakta tersebut, penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi menjadi wajib untuk dimiliki perempuan. Tidak hanya akan bermanfaat di masa kini, tetapi juga berguna untuk kelangsungan hidup di masa depan,” jelasnya.

Menurutnya, kesenjangan perempuan dalam mengakses internet masih jelas terlihat. Berdasarkan data BPS tahun 2019, persentase pengguna internet perempuan masih lebih rendah dari laki-laki, yaitu 46,87 persen berbanding 53,13 persen.

“Jika tidak berupaya keras memberdayakan perempuan dalam dunia digital, maka perempuan akan semakin kehilangan akses baik terhadap informasi, pendidikan, layanan kesehatan bahkan tingkatan sosial dan pendapatan di masa depan. Di masa depan, semua aspek tersebut akan terhubung dengan teknologi,” tutup Bintang.

Untuk diketahui, Acara webinar yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) khusus untuk memperingati Hari Kartini dihadiri juga oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah dan Staf Khusus Presiden RI bidang Sosial Angkie Yudistia. (Ihsan Luthfi)

Show More

Artikel Terkait

Back to top button