KOLOM PAKAR

Instant Learning, Tren Baru dalam Proses Belajar

“Mas, kalo saya mau bikin formula Vlook-up dan Hlook-up di ms. excel itu gimana ya caranya?”

Pernahkah Anda mendapatkan pertanyaan seperti itu atau pertanyaan lainnya yang bernada sama? Nada di mana seseorang meminta bantuan untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh sang penanya.

Apa yang akan Anda jawab? Apakah akan menolongnya untuk membuat formula Vlook-up dan Hlook-up? atau Anda akan menyarankan agar ia melihat sebuah video tutorial? Dalam proses pembelajaran, keduanya sah-sah saja dilakukan. Konsep yang pertama dikenal dengan giving example dan yang kedua dikenal dengan giving learning recommendation.

Giving example diartikan sebagai sebuah tata cara untuk mempelajari sesuatu dengan mudah dan cepat langsung dari pihak yang andal dibidangnya. Orang yang andal tersebut dapat mendampingi kita dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi. Dalam saat yang sama, akan ada konsultansi antara si penanya juga sang ahli dalam menyelesaikan masalah.

Keuntungan dari aktivitas ini adalah baik penanya maupun sang ahli dapat meningkatkan keterikatan masing-masing pihak, di samping itu biasanya penanya memiliki ketenangan yang cukup tinggi karena ia tahu kepada siapa jika masalah ini muncul. Namun demikian, kekurangannya adalah ketika sang ahli pergi meninggalkan organisasi dan pola penyelesaian masalahnya belum sepenuhnya ditransmisikan kepada penanya, disitulah letak perulangan masalah akan terjadi.

Di sisi lain, giving learning recommendation adalah suatu aktivitas di mana sang penanya mendapatkan informasi mengenai penyelesaian masalahnya dari suatu video tutorial mengenai tahapan bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Penanya dapat mengikuti setiap instruksi yang ada dalam video tersebut sehingga permasalahan yang dialami dapat diselesaikan dengan sempurna.

Konsep seperti ini dikenal juga dengan istilah performance support learning atau pembelajaran yang mendukung kinerja seseorang dalam bekerja. Ia tidak perlu mengikuti kelas-kelas yang panjang hanya untuk menyelesaikan permasalahan HLookup atau VLookup saja (misalnya), melainkan dia bisa melihat dari video tutorial yang disampaikan.

Keuntungan dari metode ini adalah, penanya atau orang yang membutuhkan dapat dengan mudah mencari kebutuhan pembelajaran apa saja yang dibutuhkan untuk pekerjaannya. Selain itu, video tersebut juga bisa disimpan dalam intranet perusahaan maupun internet dalam beberapa situs resmi yang dikelola perusahaan. Sedangkan kekurangannya adalah keterikatan antara karyawan dengan materi bisa jadi rendah karena yang disaksikan hanya video. Tidak ada interaksi antara pemberi materi maupun penanya.

Instant Learning sendiri mengacu kepada konsep kedua mengenai performance support leaning. Di mana kebutuhan belajar dari seseorang tidak perlu menunggu analisis pembelajaran dilakukan, melainkan diperlukan saat itu juga untuk mendukung pekerjaan seperti contoh di atas dalam membuat Vlookup & Hlookup.

Dalam melakukan desain pembelajaran instant, diperlukan beberapa proses dan teknologi pendukung untuk mewujudkannya, yaitu analisis proses kerja, desain materi, dan akses ke materi pembelajaran yang telah dibuat.

Analisis Proses Kerja
Adalah sebuah aktivitas yang digunakan untuk menentukan proses kerja apa saja yang harus dilakukan oleh seorang karyawan dalam menyelesaikan suatu tugas. Misalnya, seorang sekretaris bertugas untuk membuat notulensi/laporan rapat, proses yang dilalui adalah mengikuti rapat, membuat notulensi, mengirimkan notulensi kepada peserta rapat, menyiapkan tindak lanjut rapat.

Analisis proses kerja ini menjadi sangat penting karena dalam setiap aktivitas tentunya akan ada beberapa materi pembelajaran yang bisa diikuti.

Desain Materi
Desain materi menjelaskan tentang apa saja materi pembelajaran yang harus ada di setiap tahapan kerja, bagaimana penyampaiannya, berapa lama durasinya dan seterusnya. Misalnya dalam proses pembuatan notulensi, bisa jadi materi yang akan diberikan terkait format notulensi, cara pengisian, informasi apa saja yang perlu dicantumkan dan penyimpanan file-nya. Di dalam tahapan ini para instructional designer adalah pihak yang bisa diajak kerja sama dalam merancang sebuah proses pembelajaran yang dibutuhkan.

Akses ke Pembelajaran
Setelah seluruh materi siap, maka ini adalah waktunya untuk melakukan pengaturan mengenai proses belajar yang akan dilewati oleh peserta. Dalam tahap ini organisasi bisa mempersiapkan suatu platform digital baik dalam bentuk website maupun mobile untuk menyimpan seluruh materi pembelajaran yang telah dibuat untuk mendukung suatu alur pekerjaan.

Dari sini maka seluruh karyawan bisa dengan mudah melakukan akses ke materi pembelajaran ketika mereka membutuhkan. Melalui platform ini peserta diharapkan mampu mencari penyelesaian masalahnya secara mandiri dan dengan waktu yang instan.

Dukungan tim perancang pembelajaran dan juga teknologi pembelajaran yang mumpuni membuat instant learning menjadi salah satu kunci sukses proses pembelajaran di organisasi yang mampu mengakselerasi kegiatan belajar karyawan terutama hal yang berkaitan langsung dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sehingga proses belajar yang diikuti peserta menjadi semudah mereka mengkonsumsi konten dari portal berbagi video yang umum kita gunakan.

Jadi, mengapa harus menunggu waktu lama untuk belajar jika kita bisa memberikan informasi dengan cepat kepada tim maupun peserta pelatihan di organisasi kita.

Ditulis Oleh:
Dwi Putra Apri Setianugraha, M.M. – Konsultan, Jasa Pengembangan Organisasi PPM Manajemen

Artikel Terkait

Berita Lainnya
Close
Back to top button