CSR

Kampung Pelag, Kampung Penghasil Kopi Langka Binaan Indonesia Power

Kampung Pelag, Bumntrack.co.id – Indonesia Power Kamojang POMU bersama mitra binaan Kampung Pelag melakukan budidaya kopi java preanger. Dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat pelag khususnya Kelompok Sinergi Jaya seluas 35,7 hektar & lahan milik Perhutani seluas 42,60 hektar yang kini telah menghasilkan 1,2 ton kopi untuk kisaran total hasil per panen.

“Sekilas tentang Kopi Arabica Java Preanger, kopi ini merupakan jenis kopi yang langka karena hanya terdapat di Kampung Pelag yang terletak di ketinggian 1300 mdpl dan sudah ada sejak zaman belanda & merupakan komoditi endemik masyarakat Pelag,” kata Igan Subawa Putra, Corporate Secretary PT Indonesia Power di Garut, Sabtu (14/3).

Kopi dengan jenis arabica ini belum memiliki varietas khusus & sedang diteliti oleh BALITRI (balai peneliti tanaman industri & penyegar). Kopi dengan kategori Jagur ini dapat tumbuh dengan baik di ketinggian diatas 700 mdpl. Kopi Arabica Java Preanger memiliki keunggulan yaitu tanpa ada reboisasi dapat tumbuh & produksi selama 100 tahun.

Program Indonesia Power Kamojang POMU untuk membentuk Kampung Pelag mandiri sudah dimulai sejak tahun 2011 hingga saat ini. Asal mula sejarah Kampung Pelag dengan Indonesia Power Kamojang POMU ini berangkat dari pemberitaan di sebuah surat kabar nasional pada tahun 2010 yang mengangkat sebuah berita di Kampung Pelag yang mayoritas penduduknya buta aksara, Indonesia Power Kamojang POMU bergerak menuju ke Kampung Pelag yang terletak di desa Sukalila, kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut untuk meninjau kebenaran berita surat kabar nasional tersebut.

Melalui program CSR Indonesia Power Kamojang POMU, dibentuklah suatu program menuju Kampung Pelag Mandiri. Diawali pada tahun 2011 tahap perintisan untuk memberantas buta aksara dilaksanakan, dilanjutkan tahun 2012 hingga tahun 2014 tahap penguatan dengan pembangunan ruang kelas baru, pembangunan posyandu, rumah pintar, pemberian modal untuk kopi java preanger, peningkatan kapabilitas guru, pembentukan koperasi, dan pipanisasi air bersih.

Pada tahap pengembangan di tahun 2015, kamojang POMU memperbaiki infrastruktur dan komposting. Dilanjutkan tahun 2016 masuk ke tahap pemandirian, kamojang POMU fokus untuk pemakaian kompos untuk budidaya kopi java preanger dan perubahan perilaku & pola pikir masyarakat menuju kampung mandiri.

Di tahun 2017 exit strategy untuk Kampung Pelag adalah Kampung Pelag yang mandiri dari aspek pendidikan, kesehatan, serta ekonomi. Dan pada tahun 2018 penguatan kelembagaan ekonomi berupa pembangunan koperasi Kampung Pelag.

“Banyak hambatan dalam mewujudkan Kampug Pelag yang mandiri ini, namun Kamojang POMU komit dan percaya dengan semangat serta sinergi antara perusahaan dengan warga Kampung Pelag dapat mewujudkan Kampung Pelag yang mandiri secara pendidikan, ekonomi, dan kesehatan,” pungkasnya.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close