BERITA

Mendag: Sucofindo Berpengalaman Layani Inspeksi, Testing, Sertifikasi Tren Bisnis Masa Pandemi

Jakarta, Bumntrack.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional 2021 PT Sucofindo (Persero) menyampaikan tren perdagangan 2021 adalah penerapan bisnis berkelanjutan (sustainability), ketelusuran (traceability), serta penggunaaan platform digital.

“Sucofindo adalah salah satu yang paling tua dan kuat (untuk Jasa TIC) di Indonesia, sehingga mampu memimpin tren tersebut,” kata Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (19/2).

Pada penggunaan platform digital, Lutfi memproyeksikan bahwa tren tersebut dapat membantu bisnis TIC (Testing, Inspection, and Certification), khususnya PT Sucofindo (Persero). “Berdasarkan pengamatan kami, bahwa bisnis TIC di Indonesia masih dilakukan dengan pemeriksaan secara fisik. Oleh karena itu, perusahaan TIC harus berevolusi, bertransformasi, sehingga perusahaan TIC nantinya akan selalu tepat waktu dan tepat saat mengantisipasi bisnis yang akan datang,” ujar Lutfi.

Selain tiga tren tersebut, Lutfi juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses bisnis. “Kolaborasi adalah bagaimana kita dapat membuka market datang menjadi investasi, kemudian barang investasi ini akan menjadi bagian industrialisasi suatu negara dan hasil dari kolaborasi membuat barang tersebut menjadi acuan ekspor,” tambahnya.

Kolaborasi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Permasalahan yang paling penting adalah tak hanya satu pihak, tetapi banyak pihak dalam sinergi tersebut harus paham dan menguasai produk atau pasar apa yang ingin dikolaborasikan.

Dirinya berharap PT SUCOFINDO (Persero) dapat menjalankan tren baru kolaborasi dalam bisnis karena kolaborasi merupakan kunci kesuksesan ke depan yang bisa dipecahkan bersama. “Saya ingin melihat terobosan Bapak Bachder Djohan Buddin. Khususnya dalam tren sustainability, traceability, platform digital, dan kolaborasi. Nantinya, tak hanya produk impor kita yang sustainability dan traceability, tetapi kita dapat membuktikan kepada dunia bahwa produk Indonesia bisa sustainability dan traceability,” ungkapnya.

SUCOFINDO selama tahun 2020 berinovasi dalam komitmen CEGAH COVID-19 dan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, yaitu dengan memastikan proses bisnis pelaku usaha mengimplementasikan protokol kesehatan, misalnya dengan jasa baru sertifikasi ARISE.

“Kami pun memiliki jasa Sertifikasi Good Delivery Practises yang mampu memastikan distribusi vaksin dan cargo pharmaceutical lainnya telah memenuhi standar WHO. Kami pun membantu Kementerian Pariwisata dalam Sertifikasi CHSE guna membangkitkan kembali pelaku usaha pariwisata yang aman dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujar Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Bachder Djohan.

PT SUCOFINDO (Persero) juga telah melakukan inovasi dengan mengembangkan teknologi informasi untuk kegiatan TIC, seperti pemanfaatan teknologi Artificial Intelegent untuk kegiatan Survei dan Inspeksi, melakukan proses audit dan sertifikasi secara remote. “Kami pun berinovasi untuk memudahkan pelanggan dalam monitor dan tracking dalam pengujian laboratorium dengan aplikasi SIMLAB. Aplikasi ini pun mampu mengintegrasi data laboratorium SUCOFINDO seluruh Indonesia. Selain itu, SUCOFINDO juga menyediakan jasa konsultansi untuk persiapan Industri 4.0,” ujar Bachder.

Untuk mengimplementasikan tren Bisnis 2021 ini, Bachder menyatakan terima kasih atas dukungan Kementerian Perdagangan untuk SUCOFINDO. “Kedepannya kami akan terus konsisten berinovasi sejalan dengan kebutuhan bisnis, serta menjalankan tren tersebut sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha. Hal ini pun sejalan dengan komitmen SUCOFINDO dalam mendukung Kementerian Perdagangan untuk pemulihan ekonomi nasional,” tutup Bachder.

Artikel Terkait

Back to top button