BERITA

Menteri BUMN Fokus Bahas Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Refinery Aramco-Pertamina Hingga Jiwasraya

Jakarta, Bumntrack.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ini sedang fokus mengerjakan yang ditugaskan Presiden Joko Widodo. Tiga program Jokowi yang saat ini mendapat perhatian khusus yaitu Kereta Cepat Bandung, Refinery Aramco dan Jiwasraya.

“Program beliau (Jokowi) salah satunya penyelesaian kereta cepat Jakarta-Bandung, negoisasi Aaramco dan Pertamina untuk pembangunan refinery. Refinery ini bagus buat ketahanan energi nasional. Lalu mengenai Jiwasraya yang kita tahu kondisinya saat ini. Kita harus segera cari solusi. Selain itu, ada beberapa hal lain yang belum saya bisa sebutkan karena tiga ini sudah mulai di-meeting-kan,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Jumat (25/10).

Terkait Refinery kerjasama Pertamina dan Aramco, dirinya telah melakukan pertemuan dengan Pertamina. Selain itu, ada meeting dengan PLN untuk mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ada beberapa hal yang harus segera diselesaikan seperti pemindahan Pipa Pertamina dan Sutet milik PLN.

“Tadi pagi meeting dengan Pertamina, sekarang dengan PLN untuk mendukung pembangunan kereta cepat agar bisa cepat diselesaikan. Misalnya, untuk Pertamina harus memindahkan pipa yang kemarin sempat ada masalah, lalu PLN harus memindahkan 9 sutet. Sudah dipindahkan 5 Sutet sekarang tinggal 4 Sutet,” tambahnya.

Dirinya berharap kereta cepat pembangunnya bisa lebih cepat selesai. Sehingga visi menyambung Pulau Jawa dengan kereta api cepat bisa menjadi kenyataan. “Setelah tol, sekarang kereta api,” terangnya.

Terkait negoisasi Aramco, dirinya menekankan agar tidak ada indikasi korupsi, tidak ada transaksi yang merugikan negara. “Mengenai negoisasi refinery, panjang ceritanya, sabar. Yang penting tidak ada indikasi korupsi, kalau ada orang menawar itu biasa saja. Jangan sampai transaksi merugikan negara. Asetnya sendiri kan ada di Indonesia, tidak mungkin dibawa lari, ini untuk kepentingan nasional, walaupun dalam perjanjian kita harus lihat beberapa hal,” tambahnya.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close