BERITA

Menteri BUMN Perkuat Ketahanan Industri Kesehatan Indonesia

Jakarta, Bumntrack.co.id – Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggelar keterangan pers bersama terkait dengan penanganan pandemi Covid-19. Menurut Erick, pandemi covid-19 memang telah menggoncang berbagai aktivitas masyarakat di seluruh dunia. Walau begitu, pemerintah juga memandang bahwa usaha melawan covid-19 menjadi momentum untuk bangkit dalam menata sejumlah sektor. Ini terutama dalam menata kapasitas dan kualitas alat kesehatan dalam negeri.

“Adanya pandemi COVID-19 membuat beberapa kegiatan kita menjadi terganggu, namun tanpa disadari hal ini juga menjadi kesempatan bagi kita sebagai bangsa untuk membangun infrastruktur perawatan kesehatan yang lebih baik dan lebih kuat,” ujar Menteri Erick dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi Covid-19. Sejumlah langkah yang telah terukur itu adalah untuk mengatasi tantangan maupun hambatan menjadi kesempatan untuk memperkuat pondasi industri kesehatan di Indonesia.

“Pandemi telah menjadi proses pembelajaran seluruh pihak agar mulai berdiri dengan kaki sendiri. Ini agar industri dan alat kesehatan tak lagi bergantung pada negara lain. Agenda Kementerian BUMN akan bergeser untuk memprioritaskan pengamanan kesehatan nasional dengan mendorong penelitian dan produksi bersama di Indonesia,” ujar Erick.

Untuk visi besar itu, Kementerian BUMN telah menyiapkan rencana terdekat dengan membentuk sebuah perusahaan holding farmasi. “Serta mengkonsolidasikan 70 rumah sakit milik negara dan membentuk cluster kesehatan untuk membangun rantai pasokan yang koheren antara perusahaan negara di sektor kesehatan,” ujar Erick

Dalam jangka menengah, Kementerian BUMN akan terus memfokuskan upaya untuk meningkatkan kapasitas Litbang bangsa untuk vaksin dan produksi obat-obatan. “Sedang untuk jangka panjang, kami bertujuan agar perusahaan farmasi kami menjadi perusahaan global yang secara efektif mempromosikan kesejahteraan semua orang dan memberikan dampak berkelanjutan dalam perawatan kesehatan Indonesia,” ujarnya.

Dengan sejumlah langkah itu, Erick optimistis Indonesia tak hanya akan mampu mengatasi pandemi, namun bisa bangkit menjadi kekuatan baru dalam industri kesehatan di Asia maupun dunia. Untuk mengatasi dampak secara ekonomi, Kementerian BUMN sesuai dengan arahan Presiden telah menggulirkan sejumlah program bantuan kepada seluruh masyarakat yang terdampak Covid-19. Sejumlah program di antaranya memberikan keringanan kredit kepada masyarakat, utamanya UMKM yang terdampak Covid-19.

“Bank-bank milik pemerintah kita, Himbara, telah membantu merestrukturisasi lebih dari 830.000 debitur dengan total nilai kredit Rp 120,9 triliun khususnya untuk sector Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM),” katanya.

PLN sebagai perusahaan listrik nasional juga telah mensubsidi listrik untuk 30,9 juta pelanggan. Sementara dari sisi ketahanan pangan, Kementerian telah secara aktif mengadakan barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, gula dan daging, untuk memastikan ketersedian bagi masyarakat.

Usaha aktif dalam penanganan Pandemi juga dilakukan Kementerian BUMN dengan bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri. Lewat maskapai milik negara, Garuda, Indonesia telah melakukan 13 penerbangan untuk membawa bantuan medis dari negara-negara tetangga, dan empat penerbangan untuk evakuasi WNI.

Erick menjelaskan bahwa dari sisi kesehatan, BUMN juga terlibat aktif dalam program 3 T (trace, test dan treat). Usaha melacak, melakukan pengetesan, dan pengobatan telah dilakukan Kementerian BUMN dengan melibatkan seluruh instrumen kesehatan yang dimiliki oleh perusahaan milik negara.

Dalam usaha melacak pandemi covid-19, Kementerian BUMN telah berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengembangkan aplikasi seluler yang memungkinkan pengguna menyusun data terkait penyebaran Covid-19. “Aplikasi PeduliLindungi telah mendukung upaya pemerintah untuk melacak dan melacak kasus yang dikonfirmasi, dengan 3,46 juta pengguna per 6 Mei 2020,” kata Erick.

Selain melacak , Kementerian BUMN juga terus mendorong tes covid-19 untuk mengetahui secara pasti penyebaran pandemi. Kementerian BUMN telah mendatangkan 19 mesin PCR untuk memproses ribuan hasil tes covid-19 per jamnya. Alat ini telah digunakan di rumah sakit BUMN maupun RSUD.

Tak hanya itu, BUMN lewat BioFarma juga berencana untuk memproduksi 50.000 alat diagnostik PCR pada minggu kedua bulan Mei. “Selanjutnya mereka akan berencana meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 50.000 alat uji per minggu,” kata Erick.

Hal yang tak kalah penting adalah usaha BUMN untuk terjun langsung dalam merawat pasien Covid-19. Kementerian BUMN telah mengalokasikan 75 rumah sakit untuk merawat pasien covid-19.

Kementerian BUMN juga bekerja keras untuk menghasilkan peralatan medis yang sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien dan perlindungan petugas kesehatan. Salah satu contohnya, BUMN PT LEN dan PT DI yang di bawah supervisi Kementerian Pertahanan dan KBUMN bekerja bersama Universitas2 Negeri untuk memproduksi ventilator.

BUMN juga ikut terlibat dalam pengembangan vaksin anti-Covid-19. “Selain rumah sakit dan peralatan medis, kami juga sedang berupaya untuk pengembangan vaksin. Perusahaan farmasi kami beserta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sektor swasta, lembaga pemerintah lainnya dan lembaga internasional sedang dalam proses mengembangkan vaksin. Kami berupaya sekuat tenaga untuk melawan Covid-19 ini,” kata Erick.

“Yang paling penting, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua, warga Indonesia yang sudah mematuhi kebijakan pemerintah, karena kami tidak dapat melakukannya tanpa dukungan dari kalian semua di rumah. Kementerian akan terus berjuang untuk membantu mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button