BERITA
Trending

MIND ID Paparkan Strategi Hilirisasi di MINDialogue


BUMN Holding Industri Pertambangan atau MIND ID terus mendorong dan mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat proses hilirisasi khususnya pada komoditas mineral dan batu bara. Hal itu sejalan dengan mandat pemerintah ketika membentuk MIND ID yaitu untuk dapat mengelola sumber daya alam terintegrasi untuk peradaban, kemakmuran, dan masa depan yang lebih cerah.

MIND ID sebagai Holding juga diharapkan dapat sebagai center of information dari seluruh anggota Grup MIND ID sesuai dengan mandat pemerintah yang diberikan kepada MIND ID.

Dengan landasan tersebut, MIND ID menggelar ajang MINDialogue yang diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam ajang ini, MIND ID selalu menekankan pentingnya dialog terbuka sebagai alternatif solusi untuk mempercepat proses hilirisasi.

“Melalui MINDialogue diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi dan ajang diskusi terbuka baik dari pemangku kebijakan, dalam hal ini kementerian dan para pelaku bisnis dan industri, khususnya di pertambangan,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf.

Menurutnya, MINDialogue yang digelar setiap tahunnya bukan hanya ajang diskusi antara pemangku kebijakan dan pelaku industri, tetapi juga menjadi platform bagi MIND ID sebagai pusat informasi bagi seluruh anggota Grup MIND ID. Dalam konteks ini, MIND ID berperan sesuai dengan mandat pemerintah dalam mengelola sumber daya alam secara terintegrasi untuk mencapai kemakmuran dan peradaban.

Salah satu poin kunci dalam diskusi MINDialogue adalah fokus pada hilirisasi investasi strategis dalam industri pertambangan. Sebagai BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID mendukung kebijakan pemerintah untuk mempercepat proses hilirisasi, terutama pada komoditas mineral dan batu bara.

“Sejalan dengan mandat pemerintah ketika membentuk MIND ID, yaitu mengelola sumber daya alam terintegrasi untuk peradaban, kemakmuran, dan masa depan yang lebih cerah,” ujar Heri.

Melalui anggota perusahaannya, MIND ID terus berupaya melakukan hilirisasi industri pertambangan dengan tujuan memberikan nilai lebih untuk Indonesia di sektor pemanfaatan minerba. Salah satu di antaranya pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Proyek SGAR ini dimaksudkan melengkapi rantai pasok antara mineral bijih bauksit di Kalimantan Barat dengan pabrik peleburan aluminium milik PT Inalum. SGAR memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dengan estimasi bahan baku bauksit sebanyak 3,3 juta ton per tahuPk dengan dana sebesar USD 831 juta tersebut akan mulai beroperasi pada 2025 nanti.

Inalum pun pun berhasil meningkatkan kapasitas produksi aluminium melalui anak perusahaannya, Indonesia Aluminium Alloy (IAA) yang kini sudah melakukan soft commissioning memastikan mesin-mesinnya siap beroperasi dalam mendaur ulang aluminium.

Sementara, PT Antam berhasil membangun smelter feronikel berkapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) di Halmahera Timur, Maluku Utara. Anggota grup MIND ID, PT Timah Tbk., telah membangun smelter Top Sumberge Lance (TSL) Ausmelt Furnace di Kawasan Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Adapun, PT Freeport Indonesia membangun smelter Manyar sebagai upaya hilirisasi tembaga. Smelter Manyar akan menjadi pabrik pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga kedua milik PTFI yang dibangun di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur dengan total lahan mencapai 100 hektar.

Artikel Terkait

Back to top button