BERITA

Pelayanan Kapal di Pelindo IV Meningkat 8,6 Persen

Jakarta, Bumntrack.co.id – Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, M. Adji mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 yang terjadi mulai kuartal II 2020 tidak terlalu berdampak signifikan terhadap traffic kapal di Pelindo IV. Kegiatan bongkar muat peti kemas international tetap berjalan normal. Hal ini tergambar dari kegiatan direct call ekspor di wilayah Pelindo IV yang masih tetap berjalan secara normal dan apabila dibandingkan dengan tahun 2019, mengalami peningkatan baik secara call kapal sebesar 173,91 persen.

“Hal yang menggembirakan pada pelayanan kapal karena mengalami peningkatan sebesar 8,6 persen dari 407 juta gross tonnage (GT) di tahun 2019 menjadi 442 juta GT pada 2020 lalu,” kata Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, M. Adji dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (15/1).

Namun, pihaknya mengakui juga ada sedikit penurunan secara year on year (YoY), terutama pada arus peti kemas yang di 2020 lalu mencapai 2,11 juta TEU’s dan turun sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,22 juta TEU’s. “Begitu juga pada arus barang. Terjadi sedikit penurunan sebesar 2,1% yaitu dari 53,3 juta ton di tahun 2019 menjadi 52,2 juta ton pada 2020. Penurunan paling signifikan terjadi pada pelayanan penumpang yaitu sebesar 56% dari 6,5 juta orang pada tahun 2019 menjadi hanya 2,8 juta orang di tahun lalu,” tukasnya.

Kondisi tersebut karena adanya pembatasan mobilisasi masyarakat, serta ada beberapa wilayah di Papua yang memberlakukan lockdown disusul dengan pihak PT PELNI yang tidak mengoperasikan sementara kapal-kapal milik mereka.

untuk diketahui, pada 2019 lalu direct call ekspor Pelindo IV mencapai 46 call kapal. Jumlah itu meningkat menjadi 80 call kapal di 2020. Dari sisi throughput peti kemas internasional (TEU’s) juga mengalami peningkatan sebesar 142,23% yakni dari 21.566 TEU’s di 2019, menjadi 30.674 TEU’s pada 2020 lalu.

Peningkatan kegiatan ekspor impor juga disebabkan adanya tambahan Main Line Operator (MLO) baru yaitu Maersk Line Group di TPM dan KKT, serta Alfa Trans di KKT. Adapun lima komoditas terbesar yang diangkut adalah rumput laut, plywood, kulit mente, biji nikel dan cengkeh.

Artikel Terkait

Back to top button