BERITA

Pengembangan Kawasan Timur Indonesia, Menko Maritim Kunjungi KEK Sorong

Makassar, Bumntrack.co.id – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) siap mengembangkan Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Arar di Papua Barat yang akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Rencananya, pengembangan Pelabuhan Sorong sudah tertuang dalam Keputusan Presiden (KP) No 377 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Sorong Provinsi Papua Barat dan tahun ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp750 miliar.

“Dengan pengembangan itu, nantinya Pelabuhan Sorong akan memiliki Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 8 hektare dan dermaga sepanjang 340 meter,” kata Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang di Makassar, Jumat (28/2).

Menurutnya, ada tiga tahapan yang akan dilakukan Pelindo IV dalam melakukan pengembangan Pelabuhan Sorong. Pertama, pengembangan jangka pendek yang telah dilakukan sejak 2016 hingga 2021 nanti, jangka menengah yang akan dilakukan mulai 2022 hingga 2027 dan pengembangan jangka panjang pada 2028 sampai 2036.

Dalam pengembangan Pelabuhan Sorong, pihaknya akan melakukan perubahan jalur akses Ahmad Yani. Dimana kondisi eksisting yaitu peruntukkan sebagai jalan protokol akses publik Kota Sorong dengan status Jalan Nasional.

“Rencana perubahannya, Jalan Ahmad Yani ditutup untuk akses publik, alternatif peralihan jalan Ahmad Yani yaitu melalui Jalan Kuda Laut (Puncak Arfak dan jalur Lapangan Hoki),” sebutnya.

Adapun perubahan jalur aksesnya, saat ini Jalan Ahmad Yani digunakan bersama sebagai jalan akses pelabuhan dan jalan protokol untuk masyarakat. Untuk menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan yang semakin meningkat dan juga dari sisi keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan, maka diusulkan untuk penutupan Jalan Ahmad Yani sebagai jalur akses pelabuhan saja. Sedangkan untuk Pelabuhan Arar, pihaknya juga mengatur dalam tiga fase pengembangan. Yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dengan total investasi yang disiapkan sebesar Rp350 miliar.

“Nantinya Pelabuhan Arar juga akan terintegrasi dengan KEK Sorong. Antara Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Arar hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 36 km. RIP Pelabuhan Sorong eksisting menyatu dengan Pelabuhan Arar,” jelasnya.

Sementara itu, Farid menuturkan bahwa KEK Sorong akan dibangun di atas lahan seluas 523,7 hektare. “Dengan perkiraan investasi pembangunan kawasan sebesar Rp3,1 triliun dan investasi pelaku usaha sejumlah Rp32,5 triliun,” terangnya.

Kegiatan utama KEK Sorong adalah industri pengolahan kelapa sawit, industri hasil hutan dan perkebunan (sagu), logistik dan industri pengolahan nikel. Adapun infrastruktur yang tersedia menurut Dirut Pelindo IV di antaranya, jaraknya hanya 30 km dari Bandar Udara Domine Eduard Osok, tersedia listrik 9 MW dan jalan kawasan telah terbangun.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja rangka Monitoring Pengembangan dan Percepatan Investasi di KEK Sorong, Papua Barat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, beberapa kementerian terkait dan Staf Khusus Presiden RI, Gracia Billy Yosaphat Y. Mambrasar, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, serta General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Sorong, Raflin Halid.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close