BERITA

Perkuat Logistik, Pelindo IV Dukung Ekspor Komoditas Sulsel

Jakarta, Bumntrack.co.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian Makassar dan sejumlah eksportir melakukan pengiriman sebanyak enam komoditas pertanian unggulan ke berbagai negara melalui Dermaga Soekarno Hatta Terminal Petikemas Makassar (TPM). Enam komoditas pertanian yang diekspor yakni kacang mete, kakao bubuk, kakao pasta, kakao biji, porang dan cabai.

“Pelindo IV akan terus berupaya menyiapkan fasilitas pelabuhan yang terbaik agar kelancaran logistik utamanya di wilayah timur Indonesia tetap terjaga. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini, kami selalu berusaha untuk mendukung kelancaran arus logistik baik di Sulsel, wilayah timur maupun di seluruh Indonesia dan juga untuk kegiatan ekspor ke berbagai negara melalui fasilitas serta operasional pelabuhan yang dimiliki Perseroan,” kata Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/8).

Pengiriman enam komoditas tersebut merupakan bagian dari giat “Merdeka Ekspor Pertanian 2021” menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang digelar serentak secara nasional di 17 pelabuhan besar di Indonesia dan dilepas oleh Presiden RI Joko Widodo secara daring.

Untuk diketahui, dalam sambutannya saat membuka Merdeka Ekspor 2021, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kegiatan ini penting dilakukan, terlebih sektor pertanian adalah sektor yang tangguh dan memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi Covid-19, di mana ekspor pada 2020 lalu mencapai Rp451,8 triliun atau naik 15,79% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp390,6 triliun,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan, ekspor pertanian pada semester pertama tahun ini, yakni dari Januari sampai Juli juga cukup membanggakan, yaitu mencapai Rp282,86 triliun atau naik 14,05% jika dibandingkan periode yang sama pada 2020 yang hanya sebesar Rp202,05 triliun.

Peningkatan ekspor pertanian, kata Jokowi juga dinilai cukup memuaskan karena sejauh ini mampu berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan. Hal ini bisa dilihat dari angka Nilai Tukar Petani (NTP) nasional yang mencapai 99,60 pada Juni 2020 dan secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 sebesar 103,25 serta Juni 2021 mencapai 103,59.

“Ini sebuah kabar yang baik yang bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif di masa pandemi. Tadi juga disampaikan oleh Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) bahwa kegiatan ekspor beras sudah dimulai ke Arab Saudi,” katanya.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima kasih atas perhatian Kepala Negara terhadap sektor pertanian Indonesia, terutama dalam mendukung kegiatan Merdeka Ekspor 2021 di 17 pintu ekspor yang memiliki nilai devisa mencapai Rp7,29 triliun.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa investasi dan ekspor merupakan faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, kami terus berupaya mendorong ekspor produk pertanian ke berbagai negara,” ujarnya.

Mentan menjelaskan, kegiatan Merdeka Ekspor 2021 ini merupakan implementasi dari berbagai program yang ada, termasuk program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk mempercepat ekspor produk pertanian, serta menggerakkan provinsi, kabupaten dan kota untuk mengakselerasi ekspor.

Adapun ekspor yang dilepas pada kesempatan tersebut sebesar 627.399 ton atau senilai Rp7,29 triliun meliputi komoditas perkebunan 564.550 ton, tanaman pangan 4.277 ton, hortikultura 7.230 ton, peternakan 4.013 ton dan beberapa komoditas lainnya.

Artikel Terkait

Back to top button