BERITA

PNM Catatkan Kenaikan Laba 1.341 Persen, Capai Rp977 Miliar

Jakarta, Bumntrack.co.id – Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatatkan laba tahun berjalan sepanjang 2019 mencapai Rp977,31 miliar. Jumlah ini melonjak 1.341 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp67,79 miliar.

Berdasarkan data yang diterima Bumntrack, Rabu (19/2), Laba tahun berjalan tersebut ditopang dari keuntungan realisasi penjualan efek yang meningkat dari Rp29,41 miliar pada 2018 menjadi Rp97,63 miliar di akhir 2019. Sedangkan pendapatan dari jasa, giro, dividen, dan bunga deposito berjangka naik dari Rp21,50 miliar Rp58,40 miliar pada akhir 2019. Pendapatan PNM tumbuh 56,81 persen atau Rp4,92 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,14 triliun. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan pendapatan jasa konsultasi manajemen senilai Rp9,20 miliar, pedapatan Java Reconstruction Fund Rp2,94 miliar dan pendapatan dari kegiatan manajer investasi Rp61,92 miliar.

Untuk diketahui, Java Reconstruction Fund (JRF) merupakan platform yang memobilisasi sumberdaya negara donor dan menyalurkan bantuan keuangan dalam rangka mendukung tindakan pemerintah indonesia bagi rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa yang terjadi di Provinsi Yogyakarta – Jawa tengah pada Mei 2006. PNM memperoleh dana hibah setara USD4,82 juta yang digunakan dalam bentuk pembiayaan dengan Jangka waktu selama 10 tahun.

Dalam laporan keuangannya, PNM juga membukukan peningkatan usaha perusahaan naik dari Rp2,17 triliun menjadi Rp3,27 triliun. Demikian juga dengan beban pokok pendapatan, tumbuh dari Rp989,83 miliar menjadi Rp1,59 trirliun. Sedangkan pajak juga turut meningkat dari Rp31,36 miliar menjadi Rp314 miliar. Aset perusahaan tumbuh 43 persen dari Rp18,08 triliun menjadi Rp25,92 triliun.

Maka berdasarkan laporan keuangan tersebut, PNM membagikan laba per saham naik dari Rp50.739 menjadi Rp748.442 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. PNM merupakan perusahaan BUMN dengan kepemilikan saham 100 persen milik pemerintah Indonesia.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close