BERITA

Selesaikan Kontrak Lebih Awal, Dirut Garuda: Ini Keputusan Berat

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sehubungan dengan informasi mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan Garuda Indonesia terhadap sejumlah karyawan, Perusahaan mengungkapkan bahwa kebijakan yang dilakukan merupakan penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak.

“Perlu kiranya kami sampaikan bahwa pada dasarnya kebijakan yang diberlakukan adalah penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (28/10).

Adapun kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 lalu telah menjalani kebijakan unpaid leave imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi. Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban Perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan.

“Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi COVID-19,” jelasnya.

Sejak awal, lanjutnya, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu dikedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, Garuda terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja Perusahaan demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia. Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus ditempuh ditengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini.

“Kami turut menyampaikan rasa terima kasih kepada karyawan yang terdampak kebijakan ini, atas dedikasi dan kontribusinya yang telah diberikan terhadap Perusahaan hingga saat ini,” terangnya.

Diluar perkiraan perusahaan, kondisi Pandemi ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang mana kondisi Perusahaan sampai saat ini belum menunjukan perbaikan yang signifikan. Namun Garuda Indonesia optimis segala langkah dan upaya perbaikan terus akan dilakukan guna mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan Perusahaan di masa yang akan datang.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button