BERITA

Semen Indonesia Rebranding Logo SIG

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melakukan rebranding menjadi Semen Indonesia Group (SIG). Aksi korporasi itu ditandai dengan peluncuran logo baru SIG yang diluncurkan di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa (11/2).

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan, rebranding SIG memiliki makna yang sangat mendalam. Bukan sekadar mengubah brand, kegiatan ini mengandung nilai-nilai transformasi perusahaan, dari pabrikan semen menjadi produk dan jasa building material. “Melalui rebranding dan transformasi yang dilakukan, kami ingin lebih dekat dengan konsumen maupun stakeholders, ingin lebih besar membangun kerjasama,” ungkap Hendi.

Melalui semangat transformasi ini pula, ke depan SIG akan mendampingi para arsitek-arsitek muda, kontraktor, tukang bangunan ke depan untuk diberi ruang khusus untuk peningkatan kompetensi. Salah satunya dengan dilakukan sertifikasi, sehingga secara profesi lebih diakui sebagai suatu keahlian.

Hendi mengatakan, era saat ini menjadikan sharing economy sebagai suatu pilihan mutlak. Di mana sebuah ekosistem bergerak bersama, tumbuh dan berkembang bersamaan. “Melalui kolaborasi dengan para stakeholders, kami akan menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan, antara lain yang mampu menyerap polusi dan mengelola air yang selama ini terbuang. Kami juga akan berusaha menjawab berbagai tantangan, misal backlog di kebutuhan housing maupun infrastruktur,” ungkapnya.

Lebih jauh, dengan adanya rebranding ini SMGR juga menjadi pendorong dalam tumbuhnya industry building material yang memperhatikan keberlanjutan (sustainability).

Selain produk, SMGR juga mengintegrasikan berbagai layanan terkait dengan kebutuhan pembangunan, seperti jasa arsitek (desain) hingga kontraktor dalam platform jaringan yang berbasis online yakni ‘Sobat Bangun’. Platform ini diharapkan dapat menjadi solusi yang memudahkan stakeholder dalam memenuhi kebutuhan bahan bangunan.

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin, saat ini BUMN harus cermat terhadap perubahan. “Perusahaan harus beradaptasi terhadap perubahan, karena dapat menyebabkan banyak bisnis yang mati, namun di satu sisi muncul bisnis yang baru,” ucap Budi.

Wamen BUMN berharap, produk SMGR bisa menjadi komponen utama untuk membangun perumahan rakyat, gedung dan bangunan monumental.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button