BERITA

Sucofindo Dampingi BPJPH Serahkan Sertifikat Halal untuk Flip’NFry

Jakarta, BUMN TRACK – PT Sucofindo mendampingi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyerahkan Sertifikasi Halal untuk Flip’NFry. Sertifikat halal ini diserahkan oleh Kepala BPJPH yang diwakili oleh Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi BPJPH Siti Aminah, serta turut didampingi oleh Kepala Unit Halal/Kepala LPH PT Sucofindo Agus Suryanto.

Kepala BPJPH Kemenag RI, yang diwakili oleh Siti Aminah, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, mengapresiasi komitmen Flip’NFry untuk menciptakan restoran yang aman di negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini. Hal ini sejalan dengan komitmen BPJPH yang ingin mewujudkan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) yang semakin berkualitas.

“Proses sertifikasi halal yang dilakukan oleh BPJPH Kemenag khususnya terhadap bisnis F&B melibatkan tiga pihak, yaitu BPJPH, MUI dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dalam hal ini Sucofindo. Masing-masing pihak memiliki tugas dan tanggung jawabnya dalam tahapan sertifikasi halal, sejak dari pengajuan pemilik produk hingga terbitnya sertifikat. Proses ini bertujuan untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada masyarakat bahwa produk yang mereka konsumsi telah sesuai dengan syariah Islam. Selain itu, proses ini juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha, seperti meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk,” ujar Siti Aminah di Jakarta, Jumat (26/1/24).

Selanjutnya, Founder Flip’NFry sekaligus Direktur Operational PT Karya Boga Perkasa, Martinus Tara, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, status halal menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Indonesia dalam memilih makanan. Apalagi, terlihat jelas pertumbuhan yang signifikan terkait makanan halal di seluruh dunia.

“Kami mendapati konsumen Indonesia sangat memahami dan sadar akan makanan yang mereka konsumsi. Hal itu ditandai dengan sejumlah pengunjung yang datang ke gerai Flip’NFry menanyakan apakah kami sudah memperoleh sertifikasi halal. Sebagai brand karya anak bangsa yang baru di dunia F&B, kami ingin menunjukan keseriusan dalam mengembangkan produk ini untuk seluruh masyarakat dan stake holder kami,” ujar Martin.

Senada dengan Martin, Presiden Direktur PT Karya Boga Perkasa dan founder, Rida Saputra Widjaja, berharap Sertifikat Halal ini dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa produk atau layanan yang dihasilkan telah melalui proses yang transparan, adil dan sesuai dengan ketentuan halal yang berlaku. Hal ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan konsumen, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi dan industry halal di negeri ini.

Kepala Unit Halal / LPH PT Sucofindo Agus Suryanto mengatakan bahwa proses pemeriksaan kehalalan di Flip’NFry dilakukan dengan seksama.

“Proses pemeriksaan dilakukan mulai dari daftar bahan baku, sertifikat halal dari pemasok, SJPH, proses, fasilitas produksi, dan lain-lain. Kami memeriksa kesesuaian dokumen dengan penerapan di lapangan, seperti aspek sanitasi, hygiene, penyimpanan, pengolahan, penandaan, dan sebagainya. Kami sebagai auditor mengambil sampel produk untuk diuji di laboratorium jika diperlukan. Flip’NFry sudah melewati semua hal tersebut sehingga dinyatakan layak mendapat sertifikat halal. Semoga kedepannya kita dapat terus bekerja sama, terlebih jika diperlukan sertifikasi kembali untuk penambahan produk dan perubahan bahan baku,” ujar Agus Suryanto, Kepala LPH Sucofindo.

LPH PT Sucofindo pada tahun 2023 membantu proses sertifikasi halal untuk 1.595 pengajuan dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah, besar dan luar negeri. Untuk Luar negeri kami telah melakukan audit di Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, dan dalam waktu dekat untuk pelaku usaha di Amerika Serikat.

Selain, layanan sertifikasi halal, PT Sucofindo juga mampu memberikan one stop services, khususnya dalam memberikan pemastian keamanan pangan melalui sertifikasi pangan organik, Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACPP), serta SNI ISO 22000 mengenai Sistem Manajemen Keamanan Pangan, yang merupakan syarat ekspor termasuk jika dibutuhkan pengujian laboratorium untuk parameter tertentu.

Artikel Terkait

Back to top button