BERITA

Tak Hanya Urusan Prudent, KPR BTN Jangkau Segmen Informal

Jakarta, BUMN TRACK – Chief Economist PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Martin Daniel Siyaranamual mengungkapkan bahwa Bank memiliki tugas pokok sebagai lembaga intermediasi, yaitu menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Oleh sebab itu, Bank seharusnya tidak hanya menyalurkan bantuan dari pemerintah, namun menjadi ‘credit creator’ turut serta dalam meningkatkan pemerataan ekonomi dan pembangunan. Salah satunya terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi segmen informal.

“Pekerja di segmen informal akan sulit mengakses atau mendapatkan kredit di perbankan dengan berbagai alasan seperti prudent, kehati-hatian, risiko hingga jaminan,” kata Martin di Jakarta, Minggu (25/2/24).

Saat ini jumlah masyarakat yang masuk kategori informal mencapai 65 persen dari total seluruh tenaga kerja. Sehingga diperlukan kebijakan dari pemerintah untuk menjangkau pekerja sektor informal untuk memiliki rumah.

“Program pemerintah yang menjangkau segmen informal hanya 10 persen, artinya kurang banyak jika dibandingkan KPR subsidi ataupun KPR komersial,” tegasnya.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), sebagai bank yang peduli terhadap sektor informal telah menyalurkan KPR ke sektor informal sekitar 133.000 unit atau sekitar Rp22 triliun dalam lima tahun terakhir.

“Sektor informal merupakan fokus kami dalam lima tahun terakhir. Kami menyalurkan pembiayaan perumahan kepada driver ojek online, pedagang pasar, marbot masjid istiqlal, tukang cukur garut hingga guru honorer,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, di Jakarta.

Menurutnya, sektor pekerja informal merupakan segmen yang potensial karena masih banyak yang belum mengakses layanan keuangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, BTN bersama pemerintah dan BP Tapera menerbitkan skema KPR sektor informal dengan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

BTN juga meluncurkan produk Tabungan BTN Rumah Tapera yang menyasar kalangan pekerja informal melalui kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Tabungan BTN Rumah Tapera ini menjadi solusi pekerja informal mendapatkan fasilitas FLPP.

“Kita harus bisa kalahkan asumsi yang selama ini menyebutkan bahwa sektor informal itu risikonya tinggi, sehingga sulit untuk mendapatkan KPR,” jelasnya.

Artikel Terkait

Back to top button