Klik Banner Workshop BUMN Series
BERITACSR

Taman Sidrap, Pemberdayaan Masyarakat Jalur Pipa melalui Kegiatan Pertanian

Bumntrack.co.id. Jakarta – PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation Kalimantan Area berusaha meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan penerapan inovasi sistem pertanian terintegrasi sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, data DKP Kutai Timur tahun 2019 menunjukkan bahwa Desa Martadinata termasuk dalam kategori desa rawan pangan. Di desa tersebut terdapat 270 KK pra sejahtera dengan keterbatasan lahan pertanian, air bersih hingga keterbatasan pengetahuan dan sarana dalam mengembangkan potensi wilayah.

Salah satu contohnya, TAMAN Sidrap atau Petani Mandiri Jalur Pipa Sidrap merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pertanian terintegrasi dengan memanfaatkan limbah baglog dari budidaya jamur untuk penerapan pertanian semi organik yaitu pertanian hortikultura, rumah bibit dan budidaya belut yang bertujuan untuk menciptakan sirkular ekonomi 4 kelompok tani di Desa Martadinata

Taman Sidrap melibatkan melibatkan partisipasi 3 (tiga) kelompok tani dan 1 (satu) kelompok wanita tani melalui pemanfaatan limbah hasil pertanian seperti sisa baglog jamur, sayur sisa panen menjadi bahan dasar pembuatan kompos yang digunakan untuk pertanian hortikultura dan rumah bibit, serta media budidaya untuk perikanan. Selain itu, Program TAMAN Sidrap mampu memberikan perubahan sistemik pada perbaikan pengelolaan lingkungan sekaligus berdampak terhadap peningkatan taraf hidup 52 KK masyarakat jalur pipa dari kelompok ekonomi rentan sebagai petani di Kampung Sidrap Desa Martadinata Kabupaten Kutai Timur.

“Berdasarkan hasil identifikasi masalah dan potensi melalui diskusi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, pada tahun 2021 kami melakukan inisiasi program TAMAN Sidrap atau Petani Mandiri Jalur Pipa Sidrap untuk mengintegrasikan kegiatan 4 (empat) kelompok tani melalui pemanfaatan limbah baglog sisa budidaya jamur untuk kegiatan pertanian hortikultura, rumah bibit dan perikanan,” kata Corporate Secretary Pertamina Gas (Pertagas), Fitri Erika di Jakarta, Sabtu (17/09/22).

Pada tahapan implementasi program dari 2021 – 2025, Pertamina Gas memberikan dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas, pelatihan keterampilan dasar – mahir, pendampingan berkala, publikasi serta pemasaran. Sehingga melalui program TAMAN Sidrap, terjadi peningkatan skill seperti pemanfaatan limbah pertanian, implementasi pertanian semi organik, produksi olahan hasil pertanian, pemahaman kelembagaan, administrasi dan keuangan. Selain itu, kelompok tani sebagai penerima manfaat memiliki asset dan akses untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.

“Kegiatan TAMAN Sidrap memberikan dampak bidang lingkungan melalui implementasi pertanian semi organik yang telah menekan penggunaan pupuk kimia pada lahan hortikultura sebesar 50%, penggunaan fungisida alami 80 – 90% mampu mengatasi hama pada tanaman dan menghemat 83% production cost untuk perawatan tanaman tanpa obat kimia. Selain itu, masa panen menjadi lebih cepat dari 25 hari menjadi 18 hari dan kualitas hasil panen meningkat,” tambahnya.

Dari sisi ekonomi, pendapatan petani sayur mencapai Rp5 juta per bulan, kemudian petani jamur berhasil meraih pendapatan hingga Rp6 juta per bulan. Penggunaan fungisida alami mampu menghemat 83 persen atau 200.000 dari 240.000 per bulan obat kimia tanaman. “Sebesar 80 persen penerima manfaat dari kelompok pra-sejahtera Desa Martadinata,” jelasnya.

Pada 2022, CSR Pertamina Gas melakukan pengembangan kegiatan melalui inovasi pertanian terintegrasi seperti produk pestisida nabati, pembenah tanah, Bio MS, Jadam, Pembenah Tanah dan RON 31. Selain itu, implementasi budidaya gurame yang diintegrasikan dengan limbah pertanian dan jamur untuk sumber pakan maggot menjadi inovasi yang diterapkan di kelompok tani sejahtera. Sementara di hilir, Pertamina Gas juga memberikan dukungan kepada kelompok Wanita tani sejahtera untuk perintisan usaha produk olahan hasil pertanian seperti sayur mayur, buah, jamur menjadi produk setengah jadi dan siap jual.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo mengingatkan bahwa BUMN tidak hanya mencari keuntungan semata, namun dituntut turut serta dalam pembangunan nasional.

“Penting pula kita sadari bahwa fungsi BUMN tidak hanya semata-mata sebagai agent of value creator yang memberikan kontribusi keuntungan, melainkan juga sebagai agent of development yang dituntut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam menjalankan fungsinya sebagai generator aktivitas perekonomian, BUMN tidak boleh melupakan kontribusinya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Artikel Terkait

Back to top button