BERITA

Vale Base Metals Selesaikan Rencana untuk Mengurangi Kepemilikan Saham di PT Vale Indonesia Tbk

Jakarta, BUMN TRACK – Vale Base Metals (VBM) menginformasikan bahwa Vale Canada Limited (“VCL”) telah menandatangani Perjanjian Definitif (“Perjanjian”) dengan PT Mineral Industri Indonesia (“MIND ID”) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (“SMM”) mengenai kewajiban pelepasan saham PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”). Berdasarkan Perjanjian ini, VCL dan SMM akan melepas sekitar 14 persen kepemilikan saham gabungan secara pro rata di PT Vale kepada MIND ID.

Setelah transaksi selesai, MIND ID akan memegang sekitar 34 persen saham yang diterbitkan PT Vale, menjadikannya pemegang saham terbesar dalam perusahaan tersebut. VCL dan SMM masing-masing akan memegang 33,9 persen dan 11,5 persen. Sekitar 20,6 persen akan tetap dimiliki oleh masyarakat umum di Bursa Efek Indonesia.

Latar Belakang Transaksi
Pada Oktober 2014, PT Vale menandatangani amendemen Kontrak Karya tahun 1996 dengan Pemerintah Republik Indonesia, yang akan berakhir pada Desember 2025. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, PT Vale harus mencapai kepemilikan Indonesia sebesar 51 persen pada Desember 2025 sebagai bagian dari perpanjangan izin operasi jangka panjangnya.

“Perjanjian ini menandakan komitmen Vale Base Metals terhadap PT Vale, masyarakat Indonesia, dan para pemangku kepentingan kami untuk mengoptimalkan nilai dari aset kami. Fokus kami sekarang akan beralih untuk mewujudkan potensi masa depan pertumbuhan investasi PT Vale di Sulawesi. Bersama dengan hubungan internasional kami yang kuat dengan mitra industri terkemuka, produsen otomotif, dan OEM, Vale Base Metals memiliki posisi yang unik untuk memenuhi permintaan akan mineral penting yang terus meningkat untuk transisi energi global,” kata Ketua VBM, Mark Cutifani di Jakarta, Senin (26/2/24).

Chief Executive Officer VBM, Deshnee Naidoo, mengatakan pihaknya berharap dapat bekerja sama dengan mitra dalam struktur kepemilikan saham baru yang seimbang ini. Proyek pertumbuhan Vale Base Metals akan memberikan nilai yang kuat bagi pemerintah Indonesia, masyarakat setempat, dan para pemangku kepentingan.

“Vale Base Metals tetap berpegang teguh pada komitmen kami untuk mengembangkan peluang regional dalam memproduksi nikel, tembaga, dan logam lainnya yang penting untuk transisi energi secara bertanggung jawab dan rendah karbon,” jelasnya.

Transaksi
Untuk kepemilikan sahamnya, VCL akan mendapatkan sekitar USD 160 juta [tunai] atas transaksi, yang diperkirakan selesai sebelum akhir 2024, setelah semua persyaratan penyelesaian transaksi dipenuhi.

Setelah selesai, transaksi ini memenuhi kewajiban divestasi Indonesia dan memenuhi syarat utama bagi PT Vale untuk memperpanjang masa berlaku izin pertambangannya melalui penerbitan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Setelah penutupan transaksi, VCL akan tetap mempertahankan eksposur ekonomi yang signifikan terhadap PT Vale sebagai perusahaan patungan yang tidak dioperasikan olehnya dan akan terus memberikan tata kelola yang kuat melalui Dewan Komisaris.

Artikel Terkait

Back to top button