BERITA

Wamen BUMN Yakin Pemberdayaan Desa Jadi Engine of Growth Perekonomian

Jakarta, BUMN TRACK – Wakil Menteri (Wamen) BUMN RI, Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi program pemberdayaan desa milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang biasa disebut Desa Brilian sebagai langkah pemerataan ekonomi di pelosok negeri.

Menurutnya program pemberdayaan Desa seperti ini bisa menjadi engine of growth dalam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%.

Di sisi lain, Wamen BUMN Kartika mengungkapkan Kementerian BUMN terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan segmen UMKM yang notabene memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 60,5% serta penyerapan tenaga kerja sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

”Dengan peranan strategis desa dalam pembangunan nasional maka penguatan kapabilitas dan kompetensi berbagai fungsi penguatan pemberdayaan, digitalisasi, pelatihan-pelatihan dan sebagainya sangat penting. Pengelolaan melalui optimasi ekosistem desa mulai dari Bumdes, kelompok usaha, UMKM, maupun Kapoktan perlu untuk diterapkan sesuai dengan prinsip SDG yang meliputi universalitas, integrasi dan incluciveness sehingga mendorong pertumbuhan yang merata di seluruh pedesaan Indonesia,” kata Wamen BUMN, Kartika ditulis Selasa (16/1/24).

Selain itu, Kartika menyampaikan bahwa pemerintah akan fokus melakukan pengembangan sumber daya manusia pedesaan yang unggul menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta ekonomi demi menciptakan kesejahteraan merata. Ini sejalan dengan target Indonesia emas di 2045 dengan menjadi negara maju dan salah satu kekuatan besar ekonomi dunia.

”Semangat transformasi ini diharapkan mulai terbentuk di entitas desa melalui sinergi dengan BRI Group, termasuk pemberdayaan yang tepat sasaran sesuai potensi setiap desa dan karakteristik desa yang dibina,” lanjutnya.

Nugraha Karya Desa BRILiaN merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh BRI sebagai rangkaian program Desa BRILiaN yang fokus pada pengembangan empat aspek. Pertama, BUMDesa sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi dalam implementasi produk dan aktivitas di desa. Ketiga, sustainability yakni ketangguhan dan kontinuitas membangun desa. Keempat, inovasi guna mendorong desa menjadi kreatif.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa. Hingga akhir tahun 2023 tercatat terdapat 3.178 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

”Program ini diawali sejak tahun 2020 yang tidak lepas dari strategi perseroan untuk lebih dalam mengenal potensi wilayah dan merupakan salah satu bagian dari integrasi aktivitas pemberdayaan dan eksistensi mantri BRI bersama inisiatif-inistiatif lainnya yakni Klaster usaha binaan BRI, pasar.id, serta Hyperlocal Ecosystem yang merupakan suatu bentuk Ekosistem Konsolidasi Mikro,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Back to top button