
PT Jamkrindo Syariah (JamSyar) berhasil mempertahankan kinerja gemilang dari tahun ke tahun. Bahkan, jumlahnya terus meroket signifikan. Hal ini dibuktikan melalui Laporan Keuangan audited oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (Firma anggota jaringan global PwC) di akhir Maret 2023 dengan opini “Wajar tanpa Pengecualian”.
Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo mengatakan, pencapaian tersebut diraih berkat soliditas seluruh insan Jamsyar yang senantiasa ingin memberikan hasil terbaik bagi perusahaan. Tak lupa, dukungan media yang selama ini mengiringi perjalanan Jamsyar menjadi terus lebih baik.
Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2022, ungkap Gatot, laba bersih Jamsyar tumbuh 12,77% YoY dari Rp168,16 miliar menjadi Rp189,63 miliar. Pendapatan Kafalah Bersih (Penjaminan Bersih) naik 10,74% YoY dari Rp264,54 miliar menjadi Rp292,96 miliar.
Dari sisi total ekuitas JamSyar pada tahun 2022 juga mengalami peningkatan menjadi Rp1.145,82 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp977.04 miliar. Sedangkan total asset Jamsyar membukukan senilai Rp2,449 triliun.
Di sisi lain, JamSyar juga memiliki cadangan klaim senilai Rp366,89 miliar dan imbal jasa kafalah ditangguhkan sebesar 715,19 miliar. “Artinya, JamSyar dinilai cukup untuk menanggung arus kas masa depan terkait dengan liabilitas atas klaim dalam penyelesaian dan juga risiko yang belum dijalani,” kata Gatot.
Selanjutnya dari sisi rasio klaim, Jamsyar mencatat sebesar 31,79% dan Default Rate sebesar 0,48%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan kualitas penjaminan yang menjadi salah satu fondasi perusahaan yang berkelanjutan. Tak lupa, sebagai perusahaan yang patuh pajak, JamSyar membayarkan pajak senilai Rp45,4 miliar.
Gatot menambahkan, selama tahun 2022 JamSyar telah menjamin 871.689 terjamin. JamSyar juga terus melakukan perbaikan layanan untuk menunjang kenyamanan stakeholder. Dimana saat ini, terjadi perubahan pola di masyarakat dari transaksi tradisional ke platform digital.
“Di tahun 2022 JamSyar telah mengembangkan aplikasi MyJamSyar untuk Produk Surety Bond dan Custom Bond sehingga dapat memudahkan nasabah mengajukan penjaminan langsung. Terbukti dari meningkatnya volume penjaminan Surety Bond tahun 2021 sebesar Rp16,64 triliun dan tahun 2022 menjadi sebesar Rp18,95 triliun atau tumbuh 13,87% YoY,” ungkapnya.
Melihat perkembangan yang semakin menjanjikan, JamSyar yang kini berusia sembilan tahun ingin terus melakukan ekspansi bisnis secara berkelanjutan serta memberikan pelayanan maksimal dengan diperkuat oleh 15 Kantor Cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
“Ke depan, JamSyar akan berusaha untuk terus melebarkan sayap agar dapat melayani seluruh nasabah di Indonesia sesuai dengan core value AKHLAK,” pungkasnya.








